Tampilkan postingan dengan label Hotel mumbay. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hotel mumbay. Tampilkan semua postingan

Minggu, 16 Oktober 2016

Perhiasan Orang India


Ketika menonton film India, kita sering melihat, bahwa mereka mengenakan begitu banyak perhiasan, baik itu bagi pria, apalagi wanita. Untuk pria, amat umum kita melihat mereka mengenakan anting, entah itu di sebelah telinganya, atau keduanya. Dan untuk wanita? Perhiasan mereka bagaikan toko emas berjalan. Sebutlah dari ujung kepala hingga ke ujung kaki, semua ada perhiasannya. Ada apa, sih, antara orang India dan perhiasan?
  • Sejak zaman dahulu kala, perhiasan memang sudah menjadi bagian dari keseharian masyarakat India.
  • Pada dasarnya, mereka menggunakan perhiasan semata-mata untuk tampil menawan.
  • Sebagian perhiasan melambangkan dewa mereka atau menggambarkan simbol tertentu. Jadi, jika suatu hari nanti Anda berlibur ke India dan ingin membeli perhiasan, jangan asal pilih, ya.
  • Perhiasan yang digunakan orang India, terbuat dari beberapa macam bahan baku. Tapi yang paling diminati adalah yang terbuat dari emas. Ya, siapa juga yang tidak suka memiliki banyak perhiasan emas? Namun, di India, emas dianggap sebagai salah satu lambang kesejahteraan.
  • Katanya, seseorang setidaknya mengenakan satu perhiasan emas, baik itu yang kecil sekalipun.
  • Bagi mereka yang punya uang lebih, tentu saja emas ini dipadukan dengan batu mulia.
  • Pada upacara pernikahan, emas (justru) dibawa oleh pihak wanita, untuk memperlihatkan tingkat kesejahteraan mereka. Semakin banyak emas yang dibawa, artinya semakin kaya dan sejahtera si keluarga perempuan. Mereka percaya, pengantin wanita yang mengenakan emas 24k, akan membawa kebahagiaan dan keberuntungan dalam hidupnya. Para pengantin wanita bahkan tidak ‘keberatan’ memakai emas yang amat berat.
  • Pengantin wanita harus mengenakan anting hidung pada upacaranya.
  • Bahkan, ada anggapan yang berkembang, jika ingin menikah, harus ada emas.
  • Emas terkait dengan kepercayaan (agama) mereka. Emas adalah simbol dari Hindu Dewi Lakshmi dan dianggap sebagai sesuatu sangat menguntungkan dan pertanda baik. Emas juga dijadikan persebahan bagi dewa pada upacara tertentu.
  • Emas dianggap murni dan suci.
  • Tidak ada cincin dan gelang kaki yang terbuat emas. Karena emas merupakan lambang dari dewa kesejahteraan, makanya, tidak boleh dipakai (menyentuh) di kaki.
  • Informasi lainnya, pada zaman dahulu, selain menjadi favorit para raja, mutiara yang berkilau juga dianggap bisa mencegah sesuatu yang buruk.

Nah, jadi itulah beberapa alasan kenapa masyarakat India memakai banyak sekali perhiasan. Mau tahu apa saja, sih, nama-nama (jenis) perhiasan tersebut? Akan kita ulas pada artikel selanjutnya, ya.

Image: fashionhug

Minggu, 09 Oktober 2016

Apa Sih Kain Sari?


Anda senang nonton film India juga? Coba perhatikan pakaian wanitanya, jarang sekali, ya, mereka mengenakan pakaian yang umum kita gunakan. Mereka mengenakan pakaian tradisional mereka, sari. Baik dari hiasan dan warnanya, pakaian ini begitu cantik. Apalagi ketika sedang dipakai menari, makin cantik, deh. Yuk, ah, kita mengulas sedikit pengetahuan mengenai pakaian yang satu ini.

Sari, saree atau shari. Adalah jenis pakaian tradisional wanita India. Kain ini, umumnya sepanjang 4,5 hingga 8 meter dengan lebar sekitar 1,2 meter. Saree digunakan dengan dililitkan di pinggul dengan ujung lainnya, digantungkan di pundak. Makanya, bagian perut penggunanya pasti terlihat. Untuk teknik melilitnya, ada beberapa macam.

Kain ini ada pelengkapnya. Yang pertama, sebelum kita melilitkan sari, kita mesti menggunakan rok yang disebut dengan parkar atau disebut juga dengan lehenga, pavadai, dsb, yang memiliki nama berbeda di masing-masing daerah. Rok inilah yang berfungsi untuk tempat melekatkan sari. Seperti kita sebelum menggunakan kain lilit saja, ujungnya kita selipkan ke dalam rok.

Kemudian, kita juga mengenakan atasan yang disebut dengan ravike atau choli. Atasan ini biasanya hanya menutupi bagian dada dan backless. Pada blouse ini pula, biasanya ujung saree yang diselempangkan di jepit, supaya tidak mudah jatuh. Ada juga, yang ujungnya langsung dikenakan sebagai kerudung.

Selain di India, saree juga dikenakan di Nepal, Bangladesh, Sri Lanka dan Pakistan. Biasanya, seorang gadis akan mulai menggunakan saree ketika usianya memasuki 16 tahun. Pada dasarnya, sari bisa digunakan sehari-hari, tapi ada juga yang dikenakan secara khusus, misalnya pada upacara pernikahan, kematian, dll.

Nah, ada hal yang perlu Anda ingat, nih. Menurut beberapa tulisan, sari sebaiknya tidak digunakan oleh seseorang yang bukan berasal dari negara pengguna sari. Salah satu ulasan yang menginformasikan hal ini adalah seorang jurnalis yang pernah mengunjungi India. Ia mengatakan, bahwa ada seorang turis dari negara barat yang mengenakan shari ketika mendatangi Taj Mahal. Dikatakan, warga-warga lokal tampak ‘menontonnya’ dengan tatapan  tidak senang.

Keindahan kain ini memang mengundang banyak orang untuk mengenakannya, tapi, ya, ternyata, tak bisa sembarang digunakan, ya.


 Image: allposters

Kamis, 06 Oktober 2016

Indahnya Kuil-kuil di India (Part 2)


India, dikenal sebagai tempat asal Kamasutra, dan hal ini telah menarik perhatian peneliti dan sejarawan dari seluruh dunia. Ada banyak pendapat yang dikemukakan di balik penggambaran erotis yang kuat pada kuil Hindu. Sementara beberapa mengatakan bahwa hal tersebut adalah pengaruh dari orang-orang kelas atas pada masa tersebut, ada yang mengatakan bahwa ini adalah gambaran dari orang-orang yang menyerah pada kesenangan duniawi, ada yang menggambarkan hal ini sebagai kebutuhan manusia bahkan sebagai pendidikan. Candi apa saja, sih, yang dimaksud?

Kailasa, Ellora
Candi ini adalah salah satu candi gua terbesar di India dan memiliki pahatan patung yang amat indah. Detilnya membuat patung-patung di sana terlihat begitu hidup, sama seperti pahatan pada candi Virupaksha dan Sun Temple (di Konark). Candi yang diperkirakan dibangung pada abad ke 7 ini memiliki monolit tertinggi dunia yang dipahat dari batu tunggal, sekaligus menjadi ‘rumah’ bagi mithunas, karya seni berupa pahatan erotis pada masa itu.

Image: amazingmarahashtra

Khajuraho Temple, Madhya Pradesh
Candi ini terdiri dari beberapa bagian, mungkin seperti Candi Prambanan di tempat kita. Saking banyaknya pahatan yang bernuansa erotis di candi ini, candi ini juga dikenal dengan Kamasutra Temple atau Tantric Temple. Tentu saja, bagian erotis ini tidak diletakkan di dekat patung dewa, namun ada di bagian dinding depan candi. Menurut informasi, hal tersebut berarti, seseorang harus melupakan hasratnya sebelum memasuki kuil. Sebagian mengatakan, bahwa penghuni surga, tak terpengaruh dengan hasrat duniawi, dengan kemolekan dan pesona fisik.

Pahatan-pahatan erotis ini, juga dikatakan sebagai gambaran kehidupan seks masyarakat India pada masa itu.

Bhoramdev, Chattisgarh
Candi ini mungkin tak sebesar dan semegah candi lainnya, tapi detil pahatan patung di dinding candi ini, sungguh indah. Candi ini didirikan untuk Dewa Siwa. Di beberapa bagian patung, tentu saja ada gambaran yang erotis. Candi ini juga disebut sebagai Khajuharo-nya Chattisgarh.


Jadi, apa pendapat Anda? Apa pun itu, sebaiknya kita ambil saja sisi positifnya, ya, dan mari kita nikmati segala keindahannya. Yuk, kita berlibur ke India.

Rabu, 05 Oktober 2016

Indahnya Kuil-kuil di India (Part 1)


Jalan-jalan ke India, sempatkan diri mampir melihat candi-candinya. India tampaknya memang identik dengan candi. Tak hanya kukuh, beberapa candi di India bahkan diyakini telah berusia amat tua, namun juga indah, karena berpadu dengan patung dan pahatan yang dibuat begitu detil. Pesonanya tentu mengundang jutaan orang untuk melihat dan menyentuhnya. Walaupun candi di masing-masing wilayah memiliki karakteristiknya sendiri, umumnya, pahatan dan patung di India 'bernada’ religius.

Di sisi lain, disebutkan ada sekitar 15 candi di India yang memiliki barisan patung dan pahatan yang menggambarkan hal-hal erotis. Betulkah? Beberapa peneliti dan pakar mengutarakan beberapa pendapat yang berbeda mengenai hal ini. Sebelum kita melanjutkan teorinya, mari simak beberapa contoh kuil yang dimaksud.

Sun Temple, Konark
12 pasang roda batu menghiasi candi yang dibangun di abad ke 13 ini. Candi yang dijuluki dengan istilah Black Pagoda oleh pelaut Eropa ini juga terkenal karena banyaknya patung bernada erotis di bagian dindingnya. Pahatan ini dikenal dengan nama Maithunas, yang merupakan bentuk karya seni yang terkenal pada masa tersebut. Kuil ini berasal dari dinasti Ganga, dan kini merupakan salah satu bangunan bersejarah di bawah naungan UNESCO.

Image: travel-notes.org

Virupaksha Temple, Karnataka
Candi ini berada di tepi Sungai Tungabhadra. Candi yang dipersembahkan untuk dewa Siwa ini diperkirakan didirikan pada abad ke 7. Candi ini terkenal dengan patung wanita yang erotis. Kecintaan untuk menampilkan karya seni di candi ini baru dimulai abad ke 14, di bawah kekuasaan raja-raja Wijayanagara. Hingga sekarang, candi ini adalah salah satu pusat ziarah utama di Hampi.

Di candi ini pula, Anda bisa melihat ada gajah yang biasa memberkati para pengunjungnya. Caranya unik sekali, yaitu dengan menempelkan belalainya ke kepala kita.

Jagdish Mandir, Udaipur
Pahatan patung di candi ini memiliki pola yang berbeda dengan candi-candi yang sebelumnya kita bahas, pahatannya pun tak seindah yang sebelumnya. Meski demikian, candi ini tetap memiliki pahatan patung erotis pada dindingnya. Pahatan bernuansa erotis ini dilambangkan sebagai kesenangan duniawi, dan diharapkan bagi manusia agar lebih mengutamakan untuk mendekatkan diri pada Sang Pencipta.


Tuh, kan, patung-patung ini tidak semata-mata hal yang erotis, ya, namun ada nilai moral dibaliknya juga. Penasaran mengenai candi-candi lainnya?

Rabu, 24 Agustus 2016

Etika Makan di India


Film India sekarang ini sedang ‘bertebaran’ di Indonesia. Dari pagi hingga tengah malam, selalu saja ada film India yang putar. Bahkan, bintang filmnya pun sampai-sampai diundang ke Indonesia. Sebagian orang Indonesia jadi benar-benar menggandrungi film dan bintang film dari India. Nah, hal ini juga membuat masyarakat kita menjadi pengin berlibur untuk melihat langsung bagaimana India. Anda termasuk salah satunya? Sebelum memesan tiket pesawat ke India dan bookinghotel online, tak ada salahnya untuk mengetahui bagaimana tata tertib dan etika yang berlaku di India, termasuk etika makan, barangkali Anda pengin wisata kuliner di sana. Yuk, perhatikan hal berikut.
  • India didominasi oleh penganut Islam dan Hindu. Umat Islam tidak mengonsumsi daging babi dan umat Hindu tidak mengonsumsi daging sapi.
  • Ketika makan bersama dengan umat Hindu, jangan menyentuh makanan langsung dengan tangan makanan yang sedang disajikan untuk orang lain.
  • Ketika makan bersama dengan umat Muslim di sana, perempuan tak boleh menyentuh makanan yang disajikan untuk laki-laki.
  • Anda tidak menuangkan air minum untuk diri sendiri. Jadi, jika sedang makan bersama, perhatikan gelas orang yang ada di dekat Anda, jika air di dalamnya sudah kurang dari setengah, maka isi kembali.
  • Jangan makan atau memegang makanan dengan tangan kiri.
  • Ketika akan makan dengan tangan, selalu mencuci tangan lebih dulu sebelum duduk dan setelah makan. Selalu makan dengan tangan kanan dan letakkan tangan kiri di sisi tubuh Anda (jangan di atas meja).
  • Makanan yang disajikan dengan daun pisang sebagai piring, dimakan dengan tangan (tanpa sendok garpu).
  • Ketika makan di restoran, bisa jadi, perempuan dan laki-laki makan di ruangan yang terpisah.
  • Jika ada acara makan di restoran untuk keperluan bisnis, biasanya tidak turut mengundang pasangan dan sebaiknya Anda tidak menanyakan apa boleh mengajak pasangan Anda. Pasangan Anda akan diundang jika acara digelar di rumah. Suatu penghormatan besar jika mereka mengundang Anda untuk makan di rumah mereka. Jangan lupa melepas sepatu Anda sebelum memasuki rumah.
  • Untuk pertemuan penting, key people duduk di tengah-tengah.
  • Ketika mereka menyajikan makanan, yang didahulukan adalah orang yang paling penting, kemudian para orangtua, orang dewasa, anak-anak dan yang terakhir adalah wanita.
  • Jangan makan atau minum dulu sebelum orang yang paling tua mulai makan (atau minum).
  • Setelah selesai makan, Anda tidak mengucapkan terimakasih tapi melakukan gerakan Namaste.

Itulah beberapa aturan makan yang berlaku di India, di antaranya ternyata cukup berbeda, ya, dengan yang kita lakukan sehari-hari.

image: telegraph.co.uk

Rabu, 13 Juli 2016

Tips Wisata ke Acara yang Sangat Ramai


Mari membahas mengenai wisata ke sebuah acara yang ramai. Sebutlah festival, acara olahraga, acara keagamaan, konser musik, dsb. Sebelum seru-seruan, yuk, baca tipsnya di bawah ini.
Berhubung di tempat tujuan Anda bakal super ramai, Anda mesti memikirkan masalah kesehatan juga, loh.
  • Cari informasi sebanyak-banyaknya mengenai kegiatan yang akan Anda ikuti. Misalnya, tata cara mengikuti suatu festival. Contoh, ketika Anda tertarik mengikuti festival Holi di India, Anda mesti mengetahui jikalau sebaiknya mengenakan pakaian berwarna putih atau ada kemungkinan warna tersebut tidak dapat dibersihkan dari pakaian Anda.
  • Lakukan tindakan pencegahan, seperti vaksin. Daerah tertentu bisa jadi rawan akan penyakit. Tapi kalau yang umumnya, adalah melakukan pencegahan penyakit flu. Jangan anggap remeh flu, ya. Sekarang ini flu banyak sekali jenisnya, dan beberapa di antaranya bisa sangat berbahaya. Vaksin lainnya yang dibutuhkan adalah sebelum keberangkatan Anda beribadah Umrah atau Haji.
  • Tindakan pencegahan biasanya dibutuhkan 4-6 minggu sebelum keberangkatan.
  • Perhatikan cuaca setempat. Entah itu cuaca sangat panas atau pun dingin.
  • Kurangi risiko cedera. Maksudnya, Anda, kan, berkumpul di tempat ramai, nah, kemugkinan untuk berhimpit-himpitan, terinjak-terinjak akan meningkat.
  • Waspada barang bawaan. Ya, sebaiknya, sih, Anda tidak membawa barang-barang berharga, ya. Namanya juga tempat ramai, akan mudah sekali seseorang merogoh kantong atau tas Anda.
  • Pastikan Anda membawa kartu pengenal.
  • Selalu berhati-hati. Datang ke tempat ramai seperti ini, selalu ada risiko bahaya. Beberapa gerombolan tertentu (misalnya suporter sepak bola atau groupies band) , kalau sudah berkumpul, bisa saja menimbulkan bahaya. Jauhi mereka yang membawa benda seperti spanduk bergagang, kembang api atau bahkan yang (sempat) membawa minuman keras.
  • Jika memungkinkan, bawa air minum dalam kemasan plastik.
  • Jangan berpencar dari teman atau rombongan.
  • Usahakan mencari tempat yang tidak terlampau ramai, agar Anda tidak terhimpit. Bagi yang bertubuh mungil atau memiliki gangguan kesehatan paru, tempat yang terlalu padat bisa jadi membahayakan. Misalnya Anda sedang Umrah, tak perlu memaksakan diri meraih tempat-tempat tertentu, fokuskan saja pada ibadah Anda.
  • Cek lebih dulu, di mana letak bantuan medis dan keamanan.


Itu adalah beberapa tips untuk berwisata ke tempat yang sangat ramai, ada baiknya Anda mencari lebih banyak lagi informasi mengenai hal ini, ya.

Image: en.wikipedia

Butuh info hotel di India? cek di sini, yuk.