Tampilkan postingan dengan label Hotel bombay. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hotel bombay. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 22 Oktober 2016

Berburu Indahnya Aseoris dari India (Part 3)


Sama seperti film Idia, pembahasan kita mengenai ragam perhiasan India ini rasanya tak kunjung habis, ya, sudah tiga ‘episode’. Jangan jenuh dulu, informasinya dijamin tidak bakal membuat Anda bosan, deh, malah semakin banyak pengetahuan.

Karn phool
‘Bunganya telinga’ atau anting-anting. Dulu, anting digunakan sebagai lambag spiritual dan kasta seseorang. Ada yang unik, ada kepercayaan antara telinga dan hasra seksual. Kepercayaan lainnya adalah anting bisa melindungi pemakainya dari roh jahat, atau dapat menjadi penghibur dari rasa sakit. Semakin meriah dan mahal anting tersebut, maka akan lebih menghibur penggunannya.

Bagi wanita yang sudah menikah, anting juga dianggap sebagai status sosial. Semakin berat anting, maka semakin baik. Semakin lebar lubag anting, maka wanita tersebut artinya semakin kaya. Ingat, kan, masyarakat India amat menyukai emas? Jangan heran, jika mereka semakin mapan, maka hiasan di telinga mereka akan semakin banyak.

Henna (mehndi)
Penggunaan henna juga dianggap sesuatu yang bisa membangkitkan seks, mungkin karena yang menggunakannya adalah wanita yang beranjak dewasa. Mehndi, erat kaitannya dengan pernikahan. Henna biasa dipakai oleh pengantin wanita. Warna merah henna dianggap bisa membawa keberuntungan dan kesejahteraan.
Image: mehndidesigner

Bangles
Gelang, bentuk lingkarannya disimbolkan sebagai energi dari matahari. Gelang-gelang ini boleh dipakai oleh mereka yang masih gadis, namun bagi yang sudah menikah, memakai gelang adalah wajib. Bahkan, ketika mereka mengganti gelangnya pun, tangan mereka tidak boleh ‘polos’, atau wajib menggunakan sesuatu yang menyerupai gelang, misalnya tali atau bahkan sari yang dililit. Biasanya, digunakan delapan sampai duabelas gelas per satu tangan.

Baajuband
Ini adalah gelang yang dipakai di lengan, salah satu fungsinya adalah menjauhkan penggunanya dari roh jahat.

Arsi
Cukup jarang kita lihat dalam film, arsi adalah cincin besar dengan cermin yang digunakan di jempol. Namanya juga cermin, ya, digunakan untuk berkaca.

Keshapasharachna
Atau gaya rambut. Rambut mewakili seluruh elemen dalam kepercayaan di sana, baik itu tanah, api, air dan bumi. Rambut yang indah adalah sesuatu yang penting dan dianggap sebagai daya tarik. Yang paling umum adalah rambut yang dikepang. Teryata kepangan rambut disimbolkan sebagai pertemuan antara tiga sungai suci di India.

Perhiasan lainnya adalah gelang pinggul, cincin kaki, gelang kaki, dsb. Mungkin akan kita bahas di lain kesempatan. Jadi, semua perhiasan memiliki makna masing-masing, jadi tidak asal pakai. Nah, sekarang sudah mengerti, kan, kenapa masyarakat India menggunakan banyak sekali perhiasan?

Jumat, 21 Oktober 2016

Berburu Indahnya Aseoris dari India (Part 2)


Duh, sudah penasaran, ya, mau tahu informasi mengenai jenis-jenis perhiasan yang biasa dipakai oleh orang India. Ya, nyatanya, tidak seperti di negara kita, orang menggunakan perhiasan, semata-mata agar terlihat lebih menarik. Di India, memakai perhiasan juga bermaksud untuk mengomunikasikan sesuatu. Berikut ini, kami akan memberikan infonya pada Anda.

Sindoor
Apa, sih, merah-merah yang dipakai di rambut mereka? Itu sindoor namanya. Tepatnya, dipakai di rambut, di bagian atas kening. Menggunakan sindoor, artinya wanita tersebut sudah menikah.
Image: flickr

Bindi
Kalau yang ini, sudah tahu, dong? Ya, ini adalah hiasan mungil yang diletakkan atas hidung, di antara dua alis. Artinya adalah ‘titik’. Ada beberapa makna dibalik bindi ini, salah satunya adalah, bindi disimbolkan sebagai mata ke tiga.

Anjana (kohl)
Perempuan lebih mengenalnya dengan kata ‘eye liner’, tentu saja, fungsinya untuk memperindah bentuk mata dan menjadikan mata tampak lebih lebar. Sebuah kepercayaan di sana, ada kaitan antara pesona dan daya tarik wanita, dengan mata yang lebar. Cara membuat kohl adalah dengan membakar kapas (tertentu) yang sudah direndam dalam minyak mustard.

Nath
Atau anting hidung, yang juga dipercayai sebagai ‘tempat’ dari indra keenam. Sepertinya, selain mata, hidung juga menjadi bagian tubuh yang dianggap paling ‘menggoda’. Nah, nath ini juga difungsikan untuk memaksimalkan keindahan bagian tubuh tersebut. Nath, sekarang hanya digunakan pada acara-acara tertentu saja, terutama dipakai oleh pengantin. Bentuk dan ukurannya, tergantung acara yang berlangsung.

Haar
Kalung dianggap sesuatu yang penting dan sakral, karena letaknya yang berdekatan dengan hati. Kalung diaanggap bisa memerangaruhi emosi, atau memperkuat cinta misalnya. Contoh lain, kekuatan batu yang dipakai pada kalung, bisa menyerap ke dalam tubuh. Kalung dan bebetuan yang dipakai, dipercaya bisa membawa kerberuntungan bahkan menjauhkan penggunanya dari iblis atau roh jahat.

Dulu, kalung yang digunakan berupa bunga segar. Salah satunya adalah rangkaian bunga melati, yang aromanya dianggap sebagai sesuatu yang erotis.

Masih mau membaca informasi tentang perhiasan India ini? Masih ada lagi, loh. Boleh juga, kan, untuk menambah pengetahuan tentang budaya bangsa lain.

Jadi pengin jalan-jalan ke Bombay, ya.

Kamis, 20 Oktober 2016

Berburu Indahnya Aseoris dari India (Part 1)


Siapa yang mau jalan-jalan ke India? Mungkin Anda mau meihat Taj Mahal yang megah atau mungkin ingin melihat candi-candi yang memang banyak sekali di sana. Ingin melihat pemain Bolywood favorit Anda? Duh, keinginan yang satu itu mungkin sedikit susah terwujud, tuh. Daripada mencari yang susah, lebih baik Anda berwisata kuliner, atau mungkin membeli asesoris.

Ya, kalau kita melihat di film-film India, masyarakat India nampaknya senang sekali, ya, menggunakan perhiasan. Laki-lakinya pun, rata-rata mengenakan anting-anting dan kalung, bahkan dari mereka kecil. Perempuan? Apa lagi. Coba Anda perhatikan, rasanya, dari ujung kepala hingga jari kaki mereka, ada saja asesoris yang disematkan. Kira-kira, apa, ya, alasan mereka menggunakan perhiasan sebanyak itu?

Nyatanya, memang, menjadi kebiasaan di sana, menggunakan perhiasan untuk memperindah penampilan, bahkan untuk setiap bagian tubuh. Tapi tidak asal cantik atau asal pakai, karena perhiasan (atau asesoris) biasanya dibuat untuk melambangkan sesuatu, bermakna, bermanfaat atau untuk mengomunikasikan sesuatu bagi mereka yang melihat. Baik itu bentuk, fungsi dan materialnya.

Misalnya, nih, di India sana, emas melambangkan sesuatu yang suci, emas juga lambang dari kesejaheraan penggunanya. Intinya, semakin banyak dan berat emas yang digunakan, berarti orang tersebut semakin kaya. Perhiasan yang lengkap, menjadikan penggunanya lebih sempurna. Sebaliknya, semakin sedikit perhiasan, artinya orang tersebut hidup kekurangan. Tidak heran, kan, kalau di filmnya, orang-orang kayanya menggunakan emas hingga bertumpuk-tumpuk.

Nah, apa saja jenis perhiasannya? Ada 16 jenis perhiasan utama.

Tika
Anda sering lihat asesoris seperti bandul yang dipakai di kepala? Nah, ini adalah tika. Tika adalah perhiasan dengan rantai, yang diujung satunya berupa kaitan dan bandul diujung lainnya. Bandul ini mesti berada tepat di tengah kening, yang menjadi tempat bagi chakra. Tika juga terkait dengan lambang penyatuan antara wanita dan pria di dunia.

Baru satu yang kita ulas, berarti masih ada banyak lagi. Informasi ini menarik dan layak utuk disimak, loh, makanya, nantikan ulasan selanjutnya mengenai ragam perhiasan India, ya.
 
Image: strandofsilk

Kamis, 06 Oktober 2016

Indahnya Kuil-kuil di India (Part 2)


India, dikenal sebagai tempat asal Kamasutra, dan hal ini telah menarik perhatian peneliti dan sejarawan dari seluruh dunia. Ada banyak pendapat yang dikemukakan di balik penggambaran erotis yang kuat pada kuil Hindu. Sementara beberapa mengatakan bahwa hal tersebut adalah pengaruh dari orang-orang kelas atas pada masa tersebut, ada yang mengatakan bahwa ini adalah gambaran dari orang-orang yang menyerah pada kesenangan duniawi, ada yang menggambarkan hal ini sebagai kebutuhan manusia bahkan sebagai pendidikan. Candi apa saja, sih, yang dimaksud?

Kailasa, Ellora
Candi ini adalah salah satu candi gua terbesar di India dan memiliki pahatan patung yang amat indah. Detilnya membuat patung-patung di sana terlihat begitu hidup, sama seperti pahatan pada candi Virupaksha dan Sun Temple (di Konark). Candi yang diperkirakan dibangung pada abad ke 7 ini memiliki monolit tertinggi dunia yang dipahat dari batu tunggal, sekaligus menjadi ‘rumah’ bagi mithunas, karya seni berupa pahatan erotis pada masa itu.

Image: amazingmarahashtra

Khajuraho Temple, Madhya Pradesh
Candi ini terdiri dari beberapa bagian, mungkin seperti Candi Prambanan di tempat kita. Saking banyaknya pahatan yang bernuansa erotis di candi ini, candi ini juga dikenal dengan Kamasutra Temple atau Tantric Temple. Tentu saja, bagian erotis ini tidak diletakkan di dekat patung dewa, namun ada di bagian dinding depan candi. Menurut informasi, hal tersebut berarti, seseorang harus melupakan hasratnya sebelum memasuki kuil. Sebagian mengatakan, bahwa penghuni surga, tak terpengaruh dengan hasrat duniawi, dengan kemolekan dan pesona fisik.

Pahatan-pahatan erotis ini, juga dikatakan sebagai gambaran kehidupan seks masyarakat India pada masa itu.

Bhoramdev, Chattisgarh
Candi ini mungkin tak sebesar dan semegah candi lainnya, tapi detil pahatan patung di dinding candi ini, sungguh indah. Candi ini didirikan untuk Dewa Siwa. Di beberapa bagian patung, tentu saja ada gambaran yang erotis. Candi ini juga disebut sebagai Khajuharo-nya Chattisgarh.


Jadi, apa pendapat Anda? Apa pun itu, sebaiknya kita ambil saja sisi positifnya, ya, dan mari kita nikmati segala keindahannya. Yuk, kita berlibur ke India.

Rabu, 24 Agustus 2016

Etika Makan di India


Film India sekarang ini sedang ‘bertebaran’ di Indonesia. Dari pagi hingga tengah malam, selalu saja ada film India yang putar. Bahkan, bintang filmnya pun sampai-sampai diundang ke Indonesia. Sebagian orang Indonesia jadi benar-benar menggandrungi film dan bintang film dari India. Nah, hal ini juga membuat masyarakat kita menjadi pengin berlibur untuk melihat langsung bagaimana India. Anda termasuk salah satunya? Sebelum memesan tiket pesawat ke India dan bookinghotel online, tak ada salahnya untuk mengetahui bagaimana tata tertib dan etika yang berlaku di India, termasuk etika makan, barangkali Anda pengin wisata kuliner di sana. Yuk, perhatikan hal berikut.
  • India didominasi oleh penganut Islam dan Hindu. Umat Islam tidak mengonsumsi daging babi dan umat Hindu tidak mengonsumsi daging sapi.
  • Ketika makan bersama dengan umat Hindu, jangan menyentuh makanan langsung dengan tangan makanan yang sedang disajikan untuk orang lain.
  • Ketika makan bersama dengan umat Muslim di sana, perempuan tak boleh menyentuh makanan yang disajikan untuk laki-laki.
  • Anda tidak menuangkan air minum untuk diri sendiri. Jadi, jika sedang makan bersama, perhatikan gelas orang yang ada di dekat Anda, jika air di dalamnya sudah kurang dari setengah, maka isi kembali.
  • Jangan makan atau memegang makanan dengan tangan kiri.
  • Ketika akan makan dengan tangan, selalu mencuci tangan lebih dulu sebelum duduk dan setelah makan. Selalu makan dengan tangan kanan dan letakkan tangan kiri di sisi tubuh Anda (jangan di atas meja).
  • Makanan yang disajikan dengan daun pisang sebagai piring, dimakan dengan tangan (tanpa sendok garpu).
  • Ketika makan di restoran, bisa jadi, perempuan dan laki-laki makan di ruangan yang terpisah.
  • Jika ada acara makan di restoran untuk keperluan bisnis, biasanya tidak turut mengundang pasangan dan sebaiknya Anda tidak menanyakan apa boleh mengajak pasangan Anda. Pasangan Anda akan diundang jika acara digelar di rumah. Suatu penghormatan besar jika mereka mengundang Anda untuk makan di rumah mereka. Jangan lupa melepas sepatu Anda sebelum memasuki rumah.
  • Untuk pertemuan penting, key people duduk di tengah-tengah.
  • Ketika mereka menyajikan makanan, yang didahulukan adalah orang yang paling penting, kemudian para orangtua, orang dewasa, anak-anak dan yang terakhir adalah wanita.
  • Jangan makan atau minum dulu sebelum orang yang paling tua mulai makan (atau minum).
  • Setelah selesai makan, Anda tidak mengucapkan terimakasih tapi melakukan gerakan Namaste.

Itulah beberapa aturan makan yang berlaku di India, di antaranya ternyata cukup berbeda, ya, dengan yang kita lakukan sehari-hari.

image: telegraph.co.uk