Tampilkan postingan dengan label Tips traveling. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tips traveling. Tampilkan semua postingan

Minggu, 18 September 2016

Agar Barang Tidak Rusak di Perjalanan


Saat traveling, adalah hal yang wajar jika kita menjejalkan barang-barang bawaan kita di dalam koper. Apalagi, untuk alasan praktis atau hanya berpergian dalam waktu singkat, kita hanya membawa satu koper saja, maka semua barang akan bertumpuk di dalamnya. Sayangnya, hal ini bisa merusak barang bawaan Anda, apalagi setelah ditambah dengan oleh-oleh dan belanjaan. Sayang sekali, kan? Daripada rusak, yuk, kita jaga.
  • Membawa cokelat? Sebaiknya Anda meletakkannya di dalam tas jinjing dan dibawa ke dalam cabin. Karena jika disimpan dalam koper yang ada di bagasi, kemungkinan besar cokelat akan meleleh. Bukan cuma bentuknya yang rusak, cokelat yang mencair juga bisa mengotori barang lain di dalam koper. Jika terpaksa meletakkannya dalam koper, sebaiknya beli cokelat yang menggunakan kemasan lapis plastik atau dalam toples plastik.
  • Membawa oleh-oleh berupa buah atau makanan? Masukkan ke dalam kotak makan dan segel dengan lakban. Untuk makanan, ada baiknya untuk menggunakan bungkus plastik lebih dulu, apalagi jika berminyak. Minyak dari makanan akan sulit dicuci jika mengenai pakaian.
  • Kalau Anda membawa parfum atau pajangan pecah belah, balut dengan beberapa lapis pakaian dan letakkan di tengah-tengah dasar koper, tentu saja sebaiknya tidak menggunakan duffle bag, ya.
  • Jika membawa tas atau sepatu berbahan lembut, untuk mencegah bentuknya rusak, masukkan sumpalan koran di dalamnya, atau, untuk sepatu, Anda bisa meletakkan kaus kaki di dalamnya, cara ini lebih praktis dan menghemat tempat dibandingkan dengan dimasukkan ke boks.
  • Selalu membungkus perlengkapan mandi. Bisa dengan plastik biasa atau pouch plastik. Agar lebih aman, Anda bisa membawa sampo sachet, sabun batangan dan lotion bar. Atau, jika ingin membawa yang dalam kemasan botol, bawa dalam kemasan khusus travel dan perkuat tutupnya dengan solatip.
  • Sama dengan perlengkapan mandi, perlengkapan make up juga sebaiknya dibungkus dengan plastik, terutama jika membawa yang cair. Bisa juga, liquid foundartion (misalnya), dibawa secukupnya di dalam wadah softlens. Perlengkapan make up cair berisiko tumpah terutama jika tertimpa barang berat, mengotori dan meninggalkan noda pada barang lain. Untuk perlengkapan lainnya seperti blush on atau eye shadow, untuk melindunginya dari benturan, masukkan selembar kapas di dalamnya.
  • Jika membawa aseosoris, bisa dimasukkan ke dalam boks kacamata atau boks obat.
  • Untuk menjaga koper itu sendiri, Anda bisa membungkusnya dengan wrap khusus, seperti yang tersedia di bandara, atau gunakan case.

Nah, itulah beberapa tips untuk mengamankan barang bawaan Anda agar tidak rusak selama dalam perjalanan.

Image: onegoodthingbyjillee

Are you planing a holiday?

Rabu, 07 September 2016

Cedera yang Umum Terjadi Ketika Traveling (Part 2)


Kali ini kita membahas informasi lanjutan mengenai contoh cedera yang bisa terjadi selama Anda traveling. Selain mengetahui contohnya, Anda amat disarankan untuk memahami bagaimana pencegahan dan cara melakukan pertolongan pertama. Tentu saja, hal ini untuk meminimalisir efek yang lebih besar.

Jatuh
Misalnya, terpeleset ketika mendaki atau di bebatuan. Segera pangil bantuan. Sembari menunggu pertolongan, periksa apakah penderita bisa merespon Anda. Jika tidak ada respon, bantu buka saluran pernapasannya (mulut), jika tidak ada tanda-tanda pernapasan, bantu dengan melakukan CPR. Periksa jika ada bagian yang terluka atau patah. Sebaiknya tidak sembarang menggerakkan atau memindahkan penderita, terutama jika terjadi cedera di kepala.

Tenggelam
Melihat ada orang yang tenggelam? Segera bantu dengan mengeluarkan mereka dari air dan cari bantuan penjaga. Jika tidak ada penjaga di sekitar Anda, dekatkan telinga Anda pada mulut dan hidung si penderita, untuk mengecek napasnya. Jika Anda tidak merasakan napasnya, segera periksa denyut nadinya selama 10 detik. Jika denyut nadi tidak ada, segera lakukan CPR.

Kecelakaan
Ada banyak penyebab kecelakaan di jalanan, seperti mengantuk, sibuk dengan telepon genggam, mengobrol tanpa memerhatikan jalanan, dsb. Jika terjadi hal ini, periksa tubuh Anda lebih dulu, apakah ada cedera atau tidak dan Anda harus dalam keadaan memadai untuk membantu yang lain.

Hati-hati ketika memberi bantuan. Ada instruksi yang menyebutkan, korban sebaiknya tidak dipindahkan kecuali letaknya membahayakan, terutama jika posisi lehernya tidak normal atau korban tidak sadarkan diri. Kemudian, periksa lebih dulu mereka yang terlihat tidak bergerak (tidak sadar). Periksa bagaimana keadaannya (cek jika ada yang luka atau patah). Periksa napas dan denyut nadinya. Jika tidak ada napas, bantulah membuka saluran pernapasannya dan segera lakukan CPR.

Jika ada darah keluar dari mulut atau korban muntah, letakkan dengan posisi menyamping. Jika ada luka, tutup dengan kain dan tekan dengan telapak tangan. Pastikan korban tetap hangat dan jangan memberi mereka air.

Amat diperlukan untuk kita mempelajari bagaimana cara melakukan pertolongan pertama pada cedera, terutama dasar-dasarnya. Anda bisa melihat informasinya di internet dan berlatih.


Image: sierraclub

Selasa, 06 September 2016

Cedera yang Umum Terjadi Ketika Traveling (Part 1)


Di balik kegembiraan traveling, faktanya, banyak pula risiko cedera yang bisa saja terjadi, bahkan hingga risiko kematian. Kabarnya, 90% kematian ketika traveling terjadi di middle-countries dan dibawahnya. Sebagian besar kasus menimpa remaja dan orang-orang dalam usia produktif. Untuk itu, amat disarankan untuk Anda agar mengetahui apa saja risiko cedera yang bisa Anda alami selama berpergian, bagaimana cara menanggulangi dan yang paling penting adalah cara pencegahannya.

Cedera otot
Ketika traveling, biasanya cedera otot disebabkan oleh gerakan mengangkat barang berat dengan tiba-tiba. Misalnya ketika terburu-buru mengangkat carrier bag atau koper. Cedera otot bisa ditandai dengan rasa nyeri, memar atau otot tidak bisa digerakkan. Jika terjadi cedera otot, lakukan pertolongan pertama dengan menempelkan es pada otot yang nyeri. Ingat, alasi es dengan handuk, jangan langsung mengenai kulit. Boleh menggunakan balsem khusus. Misalnya yang nyeri ialah kaki, gantung selama beberapa menit (telentang dan taruh kaki di atas tumpukan bantal) dan ntuk sementara waktu, sebaiknya tidak berjalan dulu.

Serangan hewan
Serangan hewan bisa terjadi di mana saja, baik itu ketika Anda berwisata di alam bebas, di jalanan (kucing atau anjing liar, tikus), kebun binatang atau saat datang ke peternakan. Serangan yag didapat umumnya berupa cakaran atau gigitan. Ada baiknya, untuk mencegah tertular penyakit berbahaya, Anda melakukan vaksin lebih dulu, misalnya vaksin rabies. Tentu saja, Anda wajib mengikuti instruksi yang ada mengenai keamanan berada di sekitar hewan-hewan tersebut.

Terbakar
Contoh yang paling umum adalah terbakar sinar matahari, seperti terlalu lama berjemur di pantai atau ketika berkemah di gunung. Untuk mencegah sunburn, Anda bisa menggunakan tabir surya atau pakaian tertutup jika berkemah di pegunungan. Jika mengalami hal ini, siram badan Anda selama beberapa detik dengan air yang sejuk. Boleh menggunakan sedikit es dalam air tapi jangan menempelkan es langsung ke kulit. Selagi kulit masih lembab, oleskan pelembab. Boleh mengonsumsi obat pengurang rasa sakit untuk mengurangi peradangan. Perbanyak minum.

Kasus terbakar lainnya adalah yang disebabkan oleh api, misalnya ketika memasak di perkemahan atau api unggun. Untuk pertolongan pertamanya, atasi dengan menyiram bagian tubuh yang terbakar dengan air yang sejuk. Jika mengenai jari, lepaskan perhiasan Anda. Oles dengan pelembab atau lidah buaya. Jika melepuh, jangan dipecahkan. Jika api mengenai pakaian Anda, segera tiarap dan berguling.

Itu adalah beberapa contoh cedera yang biasa dialami ketika sedang berpergian. Contoh lainnya akan diulas pada artikel berikutnya.

Image: purina.com.au

Senin, 05 September 2016

Menjaga Anak di Hotel


Ya, namanya juga anak-anak, mereka selalu bermain, berlarian ke sana-sini, memanjat dan selalu menyentuh apa pun yang membuat mereka penasaran. Makanya mereka butuh ekstra pengawasan, di mana pun mereka berada. Nah, bicara soal menjaga anak dan travel, salah satunya adalah mengawasi mereka ketika berada di hotel.
  • Jauhkan alat tulis (perlengkapan menggambar jika membawanya) dan lainnya yang berbentuk alat tulis, misalnya lipstick atau pensil alis. Hal ini untuk menghindari anak mencoret-coret dinding kamar hotel, meja, seprai, dsb. Biasanya di setiap kamar disediakan pensil (atau ballpen) dan notebook, sebaiknya Anda menyimpan ini.
  • Waspadai jendela kamar dan teras, jangan sampai mereka memanjatnya. Amankan benda-benda yang sekiranya bisa dijadikan alas untuk memanjat.
  • Hati-hati jika di kamar mandi hotel tersedia water heater, jangan biarkan anak mandi tanpa pengawasan.
  • Sama halnya dengan water heater, hati-hati jika Anda sedang menggunakan teko listrik di kamar hotel.
  • Minta anak untuk berhati-hati jika memegang minuman dan makanan, supaya tidak tumpah dan mengotori barang-barang di kamar hotel.
  • Peringatkan anak-anak untuk tidak memainkan tirai, seringkali mereka memainkan tirai dengan menggulung-gulungkan badannya dengan tirai.
  • Di kulkas hotel banyak disediakan camilan, ajari anak untuk meminta izin dulu jika ingin mengambil camilan tersebut.
  • Pastikan pintu teras dan pintu kamar tertutup dan terkunci, agar anak tidak keluar dengan leluasa.
  • Awasi anak dan ajari mereka cara menggunakan lift dengan benar. Anak-anak senang memencet dan membuka-tutup pintu lift untuk bermain, tentu saja agar anak tidak terjepit.
  • Walaupun sudah cukup besar, sebaiknya jangan biarkan anak menggunakan lift sendirian.
  • Maksimalkan penggunaan fasilitas hotel, termasuk kolam berenang. Nah, sekitar kolam renang ini adalah salah satu tempat yang cukup tinggi risiko bahayanya untuk anak-anak. Mereka biasanya berlarian di sekitar kolam, atau melompat ke air tanpa mengetahui tingkat kedalamannya. Ketika berada di sekitar kolam, sebaiknya menggunakan sandal karet dan pakaikan pelampung pada mereka.
  • Ingatkan anak nomor kamar hotel Anda, jadi kalau mereka bermain di area hotel dan tersesat, bisa ada petugas yang membantu.


Jangan sampai anak terluka karena kita lalai mengawasi mereka, ya, dan jangan biarkan hal-hal yang tidak menyenangkan merusak liburan Anda dan keluarga. Happy parenting.

Image: thebenjamin

Rabu, 27 Juli 2016

Tips Aman dan Nyaman Ketika Mengendarai Mobil




Berpergian naik mobil bisa menjadi pilihan, misalnya ketika daerah tujuan Anda tak begitu jauh, katakanlah Anda tinggal di Jakarta dan ingin jalan-jalan ke Bandung naik mobil. Jalan-jalan dengan mobil juga menjadi pilihan untuk perjalanan dengan biaya yang lebih hemat, atau ketika akan mudik. Nah, yang manapun tujuan Anda, yuk, baca tips nya dulu di bawah ini.
  • Pastikan Anda sudah mengecek seluruh kondisi mesin mobil Anda.
  • Pastikan Anda berangkat dengan kondisi yang fit dan tidak mengantuk.
  • Jika perjalanan akan memakan waktu berjam-jam, sebaiknya Anda tidak berpergian sendirian dan ada rekan yang bisa menggantikan Anda menyetir ketika lelah atau mengantuk.
  • Pastikan semua perlengkapan Anda lengkap, termasuk ban cadangan, senter, kotak P3K, dsb.
  • Pastikan semua surat dan SIM Anda lengkap.
  • Gunakan alas kaki yang nyaman.
  • Lebih baik mengisi bensin hingga full.
  • Waspada jika Anda berada pada kawasan dengan sistem lalu lintas yang tidak memadai (lampu lalu lintas, kondisi jalanan, palang kereta, lampu jalanan, dsb). Pada kawasan seperti ini, biasanya tingkat kecelakaan meningkat.
  • Katakanlah Anda berkendara dengan mobil di luar negeri, yang kondisi mobilnya berbeda dengan milik Anda, sebaiknya Anda tidak menyetir, karena khawatir tidak terbiasa dan bisa membahayakan. Ditambah lagi, Anda mungkin tidak memahami aturan setempat yang berlaku, kondisi dan arah jalan.
  • Gunakan peta untuk membantu Anda.
  • Selalu gunakan sabuk pengaman.
  • Jika membawa bayi dan anak-anak, gunakan car seat.
  • Bawa cadangan makanan dan air minum.
  • Hindari jam-jam yang rawan akan tindak kejahatan. Jangan mudah terpengaruh jika ada orang-orang yang mencoba mengalihkan perhatian Anda. Banyak sekali modus kejahatan di jalanan saat ini. Ada baiknya Anda mencari informasinya lebih dulu, baca di internet atau sekadar berbincang dengan teman. Membawa alat untuk pengamanan dalam mobil juga perlu.
  • Jangan pernah berkendara dalam keadaan mabuk.
  • Jika sangat lelah dan mengantuk, Anda wajib berhenti dan beristirahat.
  • Jika kebetulan Anda berpergian naik taksi, pastikan taksi tersebut resmi.

 Nah, bagaimana tips di atas? Semoga bisa membantu persiapan perjalanan Anda, ya.

Image: expedia

Rabu, 13 Juli 2016

Tips Wisata ke Acara yang Sangat Ramai


Mari membahas mengenai wisata ke sebuah acara yang ramai. Sebutlah festival, acara olahraga, acara keagamaan, konser musik, dsb. Sebelum seru-seruan, yuk, baca tipsnya di bawah ini.
Berhubung di tempat tujuan Anda bakal super ramai, Anda mesti memikirkan masalah kesehatan juga, loh.
  • Cari informasi sebanyak-banyaknya mengenai kegiatan yang akan Anda ikuti. Misalnya, tata cara mengikuti suatu festival. Contoh, ketika Anda tertarik mengikuti festival Holi di India, Anda mesti mengetahui jikalau sebaiknya mengenakan pakaian berwarna putih atau ada kemungkinan warna tersebut tidak dapat dibersihkan dari pakaian Anda.
  • Lakukan tindakan pencegahan, seperti vaksin. Daerah tertentu bisa jadi rawan akan penyakit. Tapi kalau yang umumnya, adalah melakukan pencegahan penyakit flu. Jangan anggap remeh flu, ya. Sekarang ini flu banyak sekali jenisnya, dan beberapa di antaranya bisa sangat berbahaya. Vaksin lainnya yang dibutuhkan adalah sebelum keberangkatan Anda beribadah Umrah atau Haji.
  • Tindakan pencegahan biasanya dibutuhkan 4-6 minggu sebelum keberangkatan.
  • Perhatikan cuaca setempat. Entah itu cuaca sangat panas atau pun dingin.
  • Kurangi risiko cedera. Maksudnya, Anda, kan, berkumpul di tempat ramai, nah, kemugkinan untuk berhimpit-himpitan, terinjak-terinjak akan meningkat.
  • Waspada barang bawaan. Ya, sebaiknya, sih, Anda tidak membawa barang-barang berharga, ya. Namanya juga tempat ramai, akan mudah sekali seseorang merogoh kantong atau tas Anda.
  • Pastikan Anda membawa kartu pengenal.
  • Selalu berhati-hati. Datang ke tempat ramai seperti ini, selalu ada risiko bahaya. Beberapa gerombolan tertentu (misalnya suporter sepak bola atau groupies band) , kalau sudah berkumpul, bisa saja menimbulkan bahaya. Jauhi mereka yang membawa benda seperti spanduk bergagang, kembang api atau bahkan yang (sempat) membawa minuman keras.
  • Jika memungkinkan, bawa air minum dalam kemasan plastik.
  • Jangan berpencar dari teman atau rombongan.
  • Usahakan mencari tempat yang tidak terlampau ramai, agar Anda tidak terhimpit. Bagi yang bertubuh mungil atau memiliki gangguan kesehatan paru, tempat yang terlalu padat bisa jadi membahayakan. Misalnya Anda sedang Umrah, tak perlu memaksakan diri meraih tempat-tempat tertentu, fokuskan saja pada ibadah Anda.
  • Cek lebih dulu, di mana letak bantuan medis dan keamanan.


Itu adalah beberapa tips untuk berwisata ke tempat yang sangat ramai, ada baiknya Anda mencari lebih banyak lagi informasi mengenai hal ini, ya.

Image: en.wikipedia

Butuh info hotel di India? cek di sini, yuk.

Nyaman Berwisata dengan Rombongan


Asyik, wisata ramai-ramai. Jalan-jalan dengan rombongan ini, bisa bermacam-macam, misalnya, Anda jalan-jalan dengan keluarga besar, outing kantor, acara wisata sekolah anak, beribadah umrah atau mengikuti tour ke luar negeri. Pastinya, belum apa-apa sudah terbayang bagaimana kehebohan yang bakal terjadi nanti. Sebelum perjalanan di mulai, baca dulu, deh, tips jalan-jalan dengan dengan gerombolan berikut.
  • Berbaur. Kalau perginya dengan teman sekantor, sih, kemungkinan Anda sudah kenal dengan pesertanya, tapi kalau sedang mengikuti tour, kan, tidak semuanya kita kenal. Nah, makanya, mencoba berbaur dengan peserta lainnya itu penting, loh. Jangan lupa bertukar nomer telepon, jika tak sengaja Anda terpisah dari rombongan, selain ketua rombongan, Anda juga bisa menghubungi teman baru Anda ini. Asyik juga, kan, punya teman baru. Yah, berbagi camilan sebagai sapaan mungkin bisa menjadi trik untuk memulai perkenalan.
  • Ikut aturan. Misalnya, patuhi jadwal berkumpul, jadwal makan dan jadwal keberangkatan.
  • Jangan berpencar. Jika Anda tiba-tiba ingin ke toilet misalnya, atau membeli sesuatu, jangan lupa untuk menginformasikan dengan teman atau ketua rombongan. Ingat juga, nih, ketika berbelanja, jangan terlalu ‘heboh’, sampai-sampai Anda tidak memerhatikan keberadaan rombongan dan waktu.
  • Mencatat. Penting, supaya Anda tidak lupa. Hal-hal yang perlu dicatat adalah lokasi hotel, nomor telepon rekan dan nomor bus.
  • Tinggalkan nomor ponsel Anda pada teman sekamar, juga nomor ponsel salah satu anggota keluarga Anda, baik yang ikut serta dan yang di rumah. Jika terjadi sesuatu pada Anda, teman Anda bisa segera membantu.
  • Bawa jadwal kegiatan wisata Anda.
  • Menghargai satu sama lain. Sederhana saja, seperti jangan sembarangan mengambil makan atau minuman yang bukan milik kita, menghargai jika sedang ada teman yang beribadah di kamar, tidak berlama-lama dalam toilet, tidak berisik ketika ada yang tidur atau tidak meletakkan barang-barang kita di atas milik orang lain.
  • Berbagi. Jangan pelit, kalau Anda punya minuman atau camilan, berbagilah dengan yang ada di sekitar Anda.
  • Jangan lupakan membawa barang-barang penting seperti kartu pengenal, dokumen seperti paspor, ponsel, dokumen wisata lainnya dan jam tangan.

Nah, kalau Anda tertib seperti ini, dijamin jalan-jalan akan lancar dan menyenangkan.


Image: levysuniquery

Selasa, 21 Juni 2016

Memilih Makanan dan Minuman Ketika Traveling


Pergi jalan-jalan rasanya kurang lengkap kalau tak sekalian wisata kuliner. Nah, makan-makan memang seru, tapi, ingat, harus ada batasnya dan ingat peraturannya.
  • Selalu pilih makanan yang matang. Makanan mentah berisiko membuat Anda jatuh sakit. Bagaimana dengan jenis hidangan yang ‘dimasak’ hanya dengan perasan lemon? Hidangan tersebut bisa saja matang tapi kuman dan bakteri di dalamnya belum tentu mati.
  • Makan prasmanan yang sudah disajikan selama beberapa waktu, bisa saja terkontaminasi jika penyajiannya tidak higienis, misalnya tidak ditutup.
  • Perhatikan kebersihan restoran atau tempat jajan lainnya. Terutama jika membeli jajanan di pinggir jalan, seperti lesehan, warung tenda, dsb. Makanan yang dijual di food truck biasanya bersih dan aman.
  • Makanan di restoran hotel juga biasanya lebih higienis dan terjaga kualitasnya.
  • Perhatikan kebersihan si pembuatnya. Apakah si juru masak menggunakan sarung tangan atau alat bantu (capit) saat memegang makanan?
  • Beli buah untuk pencuci mulut? Pilih yang belum dipotong-potong, ya.
  • Beli air putih? Belilah yang di dalam kemasan, dan jika ingin lebih aman lagi, setidaknya beli di mini market. Air mineral dalam kemasan yang masih berlabel, faktanya, belum tentu asli.
  • Makan daging yang ‘umum’ saja. Daging yang tidak biasa seperti kelelawar, dsb, berisiko menularkan penyakit.
  • Sebelum meminum air kran, pastikan air tersebut aman dikonsumsi.
  • Sebaiknya, jika berwisata kuliner di pinggir jalan, jangan membeli minuman dengan es, cukup beli yang sudah didinginkan.
  • Makan dalam porsi secukupnya.
  • Perhatikan bahan bakunya, terlalu banyak cabai, santan atau sesuatu yang asam bisa membuat Anda sakit perut. Waspada pula makanan tinggi kolesterol dan minuman beralkohol.

Memang, sih, berkesan berlebihan, tapi hal-hal di atas ada baiknya diperhatikan. Anda tak ingin sakit di saat seharusnya anda sedang bersenang-senang atau setelah pulang nanti, kan?


 Image: precisionnutrition

Sabtu, 18 Juni 2016

Pertimbangan Memilih Koper (Part 2)


Jika pada ulasan yang lalu, kita telah mengetahui beberapa hal yang mesti dipertimbangkan sebelum membeli koper, pada ulasan kali ini, kita akan membahas mengenai jenis koper dan tas.

Bag pack
Atau umumnya kita sebut dengan ransel. Jika Anda hanya berpergian beberapa hari dan tak membawa banyak barang, bag pack adalah yang paling praktis untuk dibawa. Back pack cocok dibawa ketika berwisata ke alam bebas. Back pack ada pula yang memiliki roda di bagian bawahnya yang memudahkan jika bawaan cukup berat namun menjadikan bag pack kaku.

Duffle bag
Atau tas jinjing. Duffle bag tepat digunakan untuk berpergian dalam waktu singkat. Biasanya terbuat dari kain parasut, canvas atau leather. Duffle bag sebaiknya tak ditaruh dalam bagasi, karena barang di dalamnya berisiko tinggi untuk rusak dan hilang, bahan tasnya sendiri pun umumnya mudah rusak. Jika duffle bag atau back pack Anda terpaksa dimasukkan ke dalam bagasi, jangan lupa untuk di wrap dengan plastik khusus. Untuk menghindari kehilangan barang di dalamnya dan kerusakan.

Carrier bag
Pada dasarnya, fungsi carrier bag serupa dengan dengan back pack, namun, muatannya lebih banyak dan biasanya carrier bag memiliki banyak kantong (atau bagian), masing-masing memiliki fungsinya sendiri. Carrier bag memiliki beberapa ukuran. Umumnya digunakan oleh backpacker dan sebaiknya gunakan yang waterproof.

Stiff suitcase
Koper jenis ini sudah sangat jarang digunakan. Ini adalah jenis koper zaman dulu, bentuknya kaku dan hanya ada small handle. Kelebihannya, koper lama ini cukup sulit untuk dibongkar.

Luggage wheels
Adalah koper yang pada bagian bawahnya menggunakan roda. Ada yang beroda 2, ada yang 4. Roda ini ada yang berjenis in-line ada yang spinner. Pada in-line wheels, roda hanya bergerak searah, sedangkan pada spinner wheels, roda bisa berputar 360 derajat, sehingga amat memudahkan gerakan. Luggage wheels juga biasanya dipasangkan dengan tas tambahan yang bisa dikaitkan pada bagian handle-nya. Hal ini juga menambah point bagi kegunaan luggage wheels.

Selanjutnya, pertimbangkan ukurannya. Anda akan menaruhnya di dalam cabin atau di dalam bagasi? Untuk koper dalam cabin, mungkin tak perlu menggunakan yang hard cover karena cenderung lebih aman. Sedangkan untuk yang dalam bagasi, ada baiknya menggunakan hard cover karena pasti tertimpa satu sama lain dan kemungkinan dibanting. Dengan hard cover, barang Anda di dalamnya akan lebih aman. Untuk koper dalam bagasi, juga ada baiknya membeli yang ukuran besar.

Nah, jadi yang mana yang sesuai dengan kebutuhan Anda?


Image: Keywords-suggestion

Jumat, 12 Februari 2016

Tip Untuk Traveling dalam Waktu yang Panjang

 Kali ini, kita akan membahas tips dan trik untuk berpegian dalam waktu yang panjang, katakanlah selama 2 atau 3 bulan. Mungkin Anda ingin melakukan petualangan, perjalanan riset atau mungkin kegiatan training, bisa saja, kan? Nah, mempersiapkan perjalanan seperti ini, tidak mudah, loh. Apa saja, ya, yang kira-kira bisa dipersiapkan?

Pertama, cari tahu di mana Anda akan tinggal, sebelum Anda berangkat. Misalnya, Anda akan tinggal di mess ataupun di apartemen. Carilah informasi mengenai fasilitas apa saja yang akan Anda dapat. Seperti di apartemen tempat saya tinggal sekarang ini contohnya, banyak sekali penyewa yang merupakan peserta pelatihan. Nah, Anda sebaiknya mencari tahu apa saja fasilitas di dalam unit, hingga hal sederhana seperti ketersediaan perlengkapan tidur dan makan. Karena jika belum ada, artinya Anda mesti membeli sendiri dan, butuh ekstra biaya, tuh. Apalagi jika Anda datang ke kota besar, semuanya mahal di sini.

Urusan tempat tinggal ini, Anda juga mesti memastikan apa saja biaya tambahannya dan siapa yang harus menanggung biayanya. Hal lainnya adalah berapa ongkos ke tempat kerja, misalnya. Informasi ini haruslah lengkap dan matang. Bertanya kepada teman yang berpengalaman akan sangat membantu.

Ok, katakanlah perlengkapan makan dan tidur itu belum tersedia. Mungkin, Anda bisa membawanya sendiri (jika tak mau beli di tempat tujuan). Untuk bantal dan guling, langsung saja bawa dengan sarung dan seprainya, jangan lupa juga selimut tipis. Sebaiknya, di vacuum, ya, supaya hemat tempat. Nah, untuk perlengkapan makan, bawa seperlunya saja dan cukup yang basic, seperti piring, sendok, garpu, gelas dan pisau. Kalaupun ingin membeli di tempat tujuan, barang-barang ini tak terlalu mahal, kok, berbeda dengan perlengkapan tidur yang haganya lumayan.

Yang paling penting adalah pakaian. Sesuaikan dengan kebutuhan. Jangan membawa terlalu banyak. Sepatu misalnya, cukup bawa 2 pasang, 1 sepatu santai, 1 sepatu kerja. Untuk pakaian, bawalah tipis dan mudah kering, yang penting, bentuk dan warnanya mudah di mix and match. Perlu dibawa juga, yaitu keperluan beribadah, misalnya sajadah dan mukenah. Sebaiknya Anda membawa koper besar, jadi tak perlu mengeluakan barang-barang dari koper sekaligus menjadi lemari.

Keperluan mandi, perlukah? Tentu saja, terutama handuk. Namun untuk sampo dan sebagainya, sebaiknya bawa yang kecil saja, selebihnya lebih mudah membeli di tempat tujuan. Lalu, keperluan untuk memudakan pekerjaan dan kegiatan lainnya, misalnya laptop dan internet. Punya modem potable? Nah, bawa saja, tuh, daripada tahu-tahu harus membeli lagi.

Bagaimana setelah tiba di tujuan? Lakukan penyesuaian sebaik mungkin. Kenali tempat tinggal Anda, usahakan untuk berkenalan dengan tetangga. Jauh dari rumah, bisa jadi sesuatu yang sulit, jenuh dan melelahkan. Untuk menjaga kesehatan tubuh dan pikiran, jangan lupa menyempatkan diri dengan berolahraga. Sesekali, pergilah ke tempat-tempat wisata.

Jika mesti kembali nanti, jika Anda terlanjur membeli barang-barang lain seperti kipas angin atau tv, dijual saja.


Intinya, untuk memperkirakan barang apa yang seharusnya dibawa, pikirkan saja apa barang yang biasa Anda gunakan sehari-hari, supaya Anda tetap nyaman.

Image: birdline