Senin, 31 Agustus 2015

Menikmati Cantiknya 17 Pulau di Taman Laut 17


Berlokasi di Kecamatan Riung, Nusa Tenggara Timur. Taman laut ini merupakan gugusan pulau-pulau kecil dan besar yang kawasannya tersebar di sepanjang Toro Padang sampai Pulau Pangsa. Dinamakan Taman Laut 17 Pulau Riung, untuk memudahkan orang mengingat nama pulau ini, yang serupa dengan tanggal kemerdekaan negara kita. Selain itu, memang pulau besar di kawasan ini, berjumlah 17. Terbayang berapa luas hamparan keindahan lautan kalau Anda berkunjung ke sini?

Beberapa pulau tersebut, diantaranya adalah Pulau Ontoloe yang merupakan pulau terbesar, Pulau Pau, Pulau Kolong, dan sebagainya. Saking luasnya, gugusan kepulauan ini mencakup 5 desa sekaligus.



Hamparan pantai, hutan kering di daratan dan jejeran pohon bakau di pesisirnya, pastilah sebuah pemandangan yang memukau. Bintang di gugusan pulau ini tentu saja kehidupan bawah lautnya. Air biru yang jernih dan pasir putih bersih menjadikan hewan-hewan dan terumbu karang yang ada, bisa dilihat dengan jelas. Pulau Rutong dan Pulau Tiga adalah lokasi terbaik untuk melakukan snorkeling.

Lain dengan Pulau Ontoloe yang didiami oleh ribuan kelelawar. Di sekitar pulau ini dan di daerah perbukitan sekitar, menjadi rumah biawak raksasa Riung, yang disebut dengan “mbou”. Hewan asli lainnya dari kawasan ini adalah rusa timor, ayam hutan, burung gosong dan masih banyak lagi.

Tak banyak penginapan di daerah ini, hanya ada beberapa bungalow saja dan beberapa tempat makan. Anda pun disarankan untuk memulai petualangan Anda di pagi hari. Anda bisa menggunakan jasa nelayan sekitar untuk berkeliling di sekitar pulau

Untuk mencapai wilayah ini, Anda mesti ‘berjuang’ melewati jalan di bukit yang berliku-liku, masih kurang?  Dengan jurang di sampingnya. Tapi, semuanya akan terbayar begitu Anda sampai dan menyaksikan ‘surga lautan’ di Taman Laut 17 tersebut.

Lokasi yang cocok sebagai alternatif pelesir ke Lombok? Siapkan beberapa hari Anda spesial untuk  menjelajahi indahnya bentangan Taman Laut 17. 
Image: wisata.nttprov

Minggu, 30 Agustus 2015

Menapak Jembatan Cinta di Pulau Tidung


Bagi Anda yang tinggal di Ibu Kota Jakarta, pastilah sesekali ingin pergi berlibur. Melepas penat setelah setiap hari merasakan macetnya Jakarta, terpapar polusi dan banyaknya pekerjaan. Tapi kehidupan Jakarta yang mahal, bisa jadi menyulitkan Anda menyisihkan uang untuk pelesir.

Pengin merasakan segarnya udara pantai dan menikmati indahnya lautan? Jika belum cukup tabungan untuk jalan-jalan ke Bali atau Lombok, kenapa tidak mengunjungi lokasi yang dekat dengan Anda? Tak perlu menunggu waktu cuti datang. Yuk, ramai-ramai pelesir ke Pulau Tidung.

Pulau Tidung adalah salah pulau dari gugusan Kepulauan Seribu, Jakarta. Jaraknya sekitar tiga jam dengan kapal dari Muara Angke. Bermodalkan biaya naik kapal, pastinya lebih henat, kan? Pulau ini terbagi menjadi dua bagian, yaitu Pulau Tidung Besar dan Pulau Tidung Kecil, yang keduanya dihubungkan dengan sebuah jembatan panjang, yang oleh masyarakat setempat, disebut dengan jembatan cinta.

Pulau Tidung Besar, bisa dikatakan bukanlah pulau yang tenang, karena di sini ramai dengan penduduk. Warung, kantor polisi hingga sekolah, ada di sini. Berbeda dengan Pulau Tidung kecil yang tidak ada penduduknya.

Kawasan Pulau Tidung, selain menjadi lokasi wisata, juga menjadi kawasan pengembangbiakan mangrove dan penelitian terumbu karang. Ada beberapa permainan air yang bisa Anda lakukan di sini. Atau, ciptakan sendiri permainan Anda dengan teman-teman. Sembari memasak hidangan laut, wah, suasana berlibur pasti semakin meriah.

Jika tak ingin repot, Pulau Tidung adalah salah satu objek wisata yang paling banyak paket penawarannya. Coba saja Anda search di internet, banyak sekali agen perjalanan yang menyediakan kegiatan berlibur ke sini, harganya pun bersaing.

Mari, ajak teman-teman pelesir ke pulau Tidung, menikmati indahnya pulau dengan bersepeda bersama.

Image: bonjourbag

Sabtu, 29 Agustus 2015

Indahnya Laut Biru di Pulau Kanawa


Daerah timur Indonesia nampaknya memang bergelimang akan keindahan pantainya. Selain pantai berpasir pink di Labuan Bajo, Pulau Kanawa, yang mungkin masih asing bagi Anda, juga patut diperhitungkan. Terutama bagi mereka yang memiliki hobi diving dan snorkeling.

Masih di daerah Flores, Nusa TenggaraTimur, Pantai Kanawa bisa dicapai sekitar satu jam dari Labuan Bajo. Untuk sampai ke sini, biasanya dengan menaiki speedboat.

Apa yang bisa Anda nikmati di pulau ini yang disewa oleh orang Italia ini? Sudah pasti keindahan alam bawah lautnya. Dengan laut biru kehijauan yang begitu bening, nikmati cantiknya kumpulan terumbu karang, ikan-ikan kecil yang berwarna-warni, ikan pari raksasa dan penyu. Tidak ketinggalan si ikan unik, mola-mola. Pulau ini juga menjadi habitat bagi beberapa jenis hewan liar seperti rusa dan burung.

Kegemaran wisatawan lainnya di pulau ini adalah memegang biota laut yang bersembunyi di pasir ketika air surut di sore hari, bintang laut atau kepiting-kepiting kecil misalnya. Ketika matahari terbenam, cobalah naik ke bukit untuk menikmati indahnya pemandangan.

Anda tidak perlu buru-buru pulang ke daerah kota jikalau ingin menginap di pulau ini, karena sudah tersedia beberapa cottage, meskipun tidak mewah. Ingin menyewa perlengkapan diving pun, di sini sudah ada diving center.

Informasi untuk Anda, kabarnya, jika Anda menginap di sini, air di penginapan Anda cuma akan diisi sekali sehari, mengingat air tawar adalah sesuatu yang berharga di sini. Kemudian, listrik di pulau ini hanya hidup pada jam 6 sore sampai jam 11 malam. Setelah itu, Anda hanya akan mendapat cahaya dari bintang-bintang yang bertaburan di atas pulau. Jika butuh listrik, untuk mengisi baterai kamera misalnya, bisa Anda dapat di restoran. Jangan lupa untuk memesan kamar lebih dulu sebelum tiba di sini.

Image: kidnesia

Baca juga:

Kamis, 27 Agustus 2015

Tenun Ikat Kian Terkenal


Tenun ikat, adalah salah satu kain yang menjadi ciri khas dari Indonesia. Sesuai dengan namanya, proses pembuatan kain ini adalah dengan cara manual, yaitu dengan alat tenun. Kain ikat yang sudah jadi, bisa dijadikan pakaian, perlengkapan mebel hingga hiasan.

Bukan main susahnya untuk membuat selembar kain ikat, prosesnya begitu panjang dan rumit. Sebelum mulai ditenun dan diwarnai, masing-masing helai benang diikat dengan tali plastik sesuai dengan motif atau corak yang diinginkan. Nah, ketika dicelup dalam pewarna, bagian benang yang diikat dengan tali plastik tadi, tidak akan terwarnai. Untuk kain ikat ganda, digunakan teknik penggabungan benang pakan (yang melintang) dan benang lungsin (yang memanjang dari atas ke bawah). Melihat tingkat kerumitannya, jangan heran kalau harganya mahal.

Bicara soal jenis, ada banyak macamnya, yaitu yang berasal dari Toraja, Sintang, Jepara, Bali, Lombok, Sumbawa, Sumba, Flores dan Timor. Di daerah Karangasem, Bali, memiliki satu-satunya kain yang menggunakan teknik ikat ganda, namanya kain gringsing.

Beda daerah, beda pula fungsi dan coraknya. Biasanya, corak yang dipakai, melambangkan legenda atau hewan khas daerahnya. Sedangkan fungsi kain ini secara umum adalah sebagai busana dalam acara-acara adat, mahar perkawinan, alat tukar, hadiah sebagai penghargaan bagi tamu yang datang dan status sosial seseorang.

Kain ikat dari tanah NTT misalnya, kain yang dikenal dengan sebutan kain tenun ini, menjadi tradisi turun temurun yang harus dilestarikan. Bahkan, keahlian menenun menjadi indikator bagi seorang wanita untuk siap dan pantas dinikahi.

Sekarang ini, tenun ikat sudah banyak dijadikan pakaian sehari-hari, seperti pada rok, kemeja atau bahkan blazer. Ketenaran tenun ikan semakin menjadi setelah banyak dipakai oleh designer lokal mau pun internasional.

Image: kupang.tribunnews

Rabu, 26 Agustus 2015

Meriahnya Jajanan Khas Bandung


Jalan-jalan ke Kota Bandung tak pas rasanya kalau tidak berbelanja ke factory outlet dan menikmati jajanan khas. Mungkin, Bandunglah kota yang paling banyak jenis jajanannya. Kreatif dan mau mencoba, mungkin itulah kalimat yang tepat. Yuk, kita cicipi..

  • Cireng. Aci digoreng, jajanan ini populer di daerah Priangan. Camilan yang terkenal di tahun 80-an ini awalnya didominasi rasa bawang putih di dalamnya. Berganti zaman, pembuat cireng pun semakin kreatif. Dari isi bakso, sosis sampai keju, lengkap, deh!
  • Cilok. Kenalkan ‘saudaranya’ cireng, cilok. ‘Aci dicolok’. Bedanya dengan cireng, cilok memakai saus tambahan, seperti bumbu kacang pada siomay.
  • Cimol. Masih soal aci. Cimol, atau aci digemol, maksudnya, aci yang dibulat-bulatkan. Biasanya, cimol ‘ditemani’ dengan saus asam jawa, yang terbuat dari bahan sederhana seperti air, gula merah, gula pasir, cabai, bawang putih dan air asam jawa.
    Image: duniakuliner88
  • Colenak. Atau ‘dicocol enak’. Jajanan ini terbuat dari peuyeum (tape singkong) yang dibakar kemudian disajikan dengan saus yang terbuat dari parutan kelapa dan gula merah.
  • Seblak. Seperti kerupuk yang direndam bumbu, kira-kira begitulah jajanan Bandung yang satu ini. Ada seblak basah, ada seblak kering. Bumbunya gurih, pedas, bikin susah berhenti mengunyah. Kalau ingin membawa seblak untuk oleh-oleh, sekarang sudah banyak seblak yang dijual dalam kemasan.
  • Surabi bandung. Sekilas bentuknya mirip dengan pancake. Ada daerah lain yang juga terkenal dengan serabi, Solo misalnya, tapi bentuk dan rasanya sedikit berbeda dengan surabi bandung.
  • Mi kocok bandung. Kenyang dengan camilan? Mari makan berat. Jajal mi kocok bandung, yuk.
  • Es goyobod. Apa bedanya dengan es yang lain? Es ini ditambah dengan potongan adonan hunkue. Ditambah dengan buah alpukat dan kelapa muda. Pas benar untuk penutup setelah kenyang makan camilan khas Bandung.
    Image: resep82

Bicara soal makanan, perut jadi lapar. Jadi pengin cepat-cepat wisata ke Bandung, ya? Mari menginap sejenak di Kota Bandung, banyak, kok, hotel murah di Bandung.

Selasa, 25 Agustus 2015

Candi-candi di Pulau Sumatra



Kata siapa candi hanya ada di Pulau Jawa? Di Sumatra juga ada, loh. Memang, tidak sebanyak candi di Pulau Jawa, pola bangunannya juga berbeda. Candi di Sumatra, bisa dibilang ukurannya lebih kecil, yang lebih parah, rata-rata kondisinya rusak, masih berantakan atau bahkan baru ditemukan sebagian-sebagian saja.

Candi Muara Takus
Candi Muara Takus adalah sebuah candi Budha yang terletak di Kabupaten Kampar, Riau. Di dalam kompleks ini ada beberapa candi, yaitu Candi sulung (tua), Candi Bungsu, Mahligai Stupa dan Palangka. Sampai sekarang, belum diketahui dengan pasti, kapan kira-kira candi dibangun, tapi diperkirakan, candi ini berhubungan dengan Kerajaan Sriwijaya.

Beda dengan candi-candi di Jawa yang biasanya dibuat dengan batu pegunungan, candi ini dibuat dari pasir, tanah liat dan batu sungai. Mungkin inilah yang membuat warnanya terlihat berbeda, ya. Di beberapa bagian candi ini ditemukan hiasan-hiasan berupa bunga lotus dan teratai, kabarnya, dulu juga ditemukan beberapa arca berbentuk singa.
Image: gosumatra

Candi Muaro Jambi
Kabarnya, Kompleks Percandian Muaro Jambi adalah sebuah kompleks percandian Hindu-Buddha yang terluas di Indonesia. Tersebar luas di sepanjang tepian sungai Batanghari. Diperkirakan, candi ini adalah peninggalan dari Kerajaan Sriwijaya dan Kerajaan Melayu. Di dalam kompleks ini, sudah ada sembilan candi Budha yang selesai dipugar, diantaranya adalah Candi Kotomahligai, Candi Astano dan Candi Gumpung.

Tak jauh dari candi-candi ini, ada danau buatan yang katanya, dulu digunakan sebagai tempat pemandian para raja. Kabarnya lagi, setidaknya ada 110 candi di kawasan ini, yang terbagi dalam 39 komplek.
Image: nahini
Candi Bahal
Candi Bahal, atau yang juga dikenal dengan sebutan Biaro Bahal, atau Candi Portibi adalah kompleks candi Budha yang terletak di Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara. Candi terluas di Sumatera Utara ini terbagi dalam tiga komplek, yaitu Candi Bahal I, Bahal II dan Bahal III. Sebetulnya, Candi Bahal hanyalah satu dari sekian banyak candi di area Padanglawas (padang luas), tapi Cuma candi ini yang sudah selesai di renovasi, sisa candi lainnya masih berupa reruntuhan. Candi lainnya masih ada sekitar sepuluh lagi, misalnya Candi Barumun, Candi Nagasaribu dan Candi Sipamutung. 

Di area Candi Bahal I bisa dilihat adanya hiasan berupa arca makara, atau hewan yang ada dalam mitos, yaitu hewan yang setengah berbadan ikan setengahnya lagi buaya. Di dalam mulutnya yang menganga, terdapat kinari, yaitu burung berkepala manusia.

Image: harunharahap

Bisa dikatakan, hingga sekarang, baru candi-candi di atas saja yang sudah bisa dinikmati keberadaannya, karena banyak candi yang belum diperbaiki. Bahkan, di Sumatra Selatan saja, yang menjadi pusat kerajaan Sriwijaya, hanya ada reruntuhan gapura yang diperkirakan milik kerajaan tersebut. Entahlah, mungkin memang belum ditemukan.


Baca juga:

Minggu, 23 Agustus 2015

Lokasi Foto Prewedding Favorit (Part 2)


Sudah baca, kan, artikel lalu mengenai lokasi-lokasi yang menjadi incaran untuk melakukan prewedding? Pada artikel Lokasi Foto Prewedding Favorit (Part 1), saya membahas khusus daerah Bali. Nah, pada kesempatan kali ini, saya akan mengulas beberapa lokasi lainnya.

PIK, Jakarta
Terletak di ujung kota Jakarta, lokasi ini kian diburu banyak pasangan. Tepatnya di hutan mangrove kawasan Pantai Indah Kapuk. Seperti di area hutan mangrove lainnya, di sini terdapat jalan setapak (jembatan) dari kayu yang cantik, berpadu dengan hijaunya pepohonan yang rimbun. Katanya, sih, suasananya seperti hutan mangrove yang ada di Bali. Soal biaya, pasangan yang akan melakukan sesi foto, dikenakan biaya sebesar satu juta rupiah. Mahal? Tidak juga, mengingat kalau Anda memakai jasa sewa studio, akan lebih mahal. Terus, daripada mahal-mahal pergi ke Bali? Kan, di sini lebih terjangkau.

Tips, kalau ingin berfoto di sini, jangan lupa pakai sunblock dan bawalah lotion anti nyamuk. Jika ingin berganti pakaian dan beristirahat makan, tenang saja, semua tersedia di sini.
Image: gebyarpernikahan



Kota Tua, Jakarta
Batavia lama atau oud Batavia, memang dari dulu seringkali dijadikan lokasi untuk pengambilan foto prewedding. Biasanya, para pasangan yang berfoto di sini, menggunakan pakaian gaya kuno atau tradisional (kebaya), sesuai dengan bangunan-bangunan antik yang masih berdiri di sini. Tidak dipungut biaya jika ingin berfoto di sini, kecuali jika ingin mengambil foto di dalam gedung tertentu. Yang pasti, jika ingin melakukan foto prewedding di sini, bersiap-siaplah ditonton banyak orang.
Image: metronews

Pulau Bidadari
Kalau Anda ingin berfoto dengan suasana pantai yang cantik, cobalah datang ke Pulau Bidadari. Letaknya tidak jauh dari Jakarta. Dari kawasan Ancol, cuma membutuhkan waktu setengah jam untuk sampai ke lokasi ini dengan speedboat. Selain menikmati lautan nan cantik, di sini juga ada beberapa bangunan peninggalan sejarah.
Image: adrianaden

Hotel GH Universal
Mari beralih ke Bandung. Lokasi ini pas sekali jika Anda ingin melakukan foto prewedding bertemakan western. Begitu memasuki area hotel ini, rasanya seperti sedang berada di Eropa sana. Hotel ini menyediakan paket khusus untuk melakukan foto prewedding, tapi harganya, selangit!
Image: itofficialweb

Kawah Putih
Masih di Bandung, tempat ini adalah salah satu lokasi favorit warga Bandung. Bahkan, banyak juga pasangan dari Jakarta yang membuat foto di sini. Apalagi kalau bukan karena kecantikan alamnya. Kawah putih, dipadukan dengan gown berwarna terang, terbayang, kan, betapa memukau hasil foto Anda nanti? Selain itu, menurut informasi, pemandangan sunset di sini juga sangat indah, jadi Anda bisa mendapat beberapa tema sekaligus. Lagipula, biaya masuk ke sini sangat murah. Jadi, setelah selesai berfoto, Anda bisa wisata kuliner di kota Bandung.
Image: wikipedia


Semoga ulasan ini memberi Anda inspirasi, ya.

Baca juga:
Kondisi Bandara Soekarno-Hatta