Tampilkan postingan dengan label Wisata flores. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Wisata flores. Tampilkan semua postingan

Rabu, 13 April 2016

Mengunjungi Habitat Komodo di Pulau Rinca


Namanya boleh saja Pulau Komodo, tapi nyatanya, jumlah si hewan purba ini justru lebih banyak ada di Pulau Rinca, loh. Sudah tahu belum mengenai pulau menawan ini? Pulau Rinca, masuk dalam kawasan Taman Nasional Komodo dan tergolong dalam salah satu situs warisan dunia UNESCO. Pulau yang terletak di sebelah barat Pulau Flores ini, masuk dalam wilayah taman nasional bersama dengan Pulau Komodo, Pulau Padar dan Gili Motang.

Meski tak seterkenal nama Pulau Komodo, tapi Pulau Rinca juga tak pernah sepi pengunjung. Alasannya? Pertama, jarak menuju Pulau Rinca dari Labuan Bajo lebih dekat, jikalau dibandingkan dengan jarak ke Pulau Komodo. Dibutuhkan 2 jam perjalanan dari Labuan Bajo ke Pulau Rinca dengan kapal bermotor.

Di pulau seluas 19 ribu hektar ini, hidup sekitar 2300 ekor komodo, sedangkan di Pulau Komodo sendiri, hanya ada 2100 ekor komodo. Di pulau ini, alamnya juga sangat indah, di sini terdapat padang rumput yang sangat luas ‘berhiaskan’ pohon lontar yang menjulang dan juga hutan bakau. Anda bisa trekking dengan memilih satu di antara 3 jenis, yaitu trek pendek, sedang dan panjang. Sesuaikan dengan kemampuan fisik dan stamina, ya. Kalau mau melihat sekitar dengan maksimal, tentu saja pilihlah trek yang panjang.

Selama trekking, Anda akan dipandu oleh ranger. Ranger akan mengajak Anda melihat sarang komodo, dsb. Dari titik tertinggi di pulau ini, yaitu di Gunung Ora, Anda bisa puas menyaksikan pemandangan dan tidak cuma melihat komodo, di sini juga masih banyak hewan liar lainnya yan bisa dilihat, misalnya babi liar, kerbau, rusa dan burung. Suasana di sini bakal membuat Anda terasa sedang pelesir di Afrika, deh.

Nah, kalau masih belum puas juga melihat komodo di Pulau Rinca, Anda bisa melanjutkan perjalanan ke pulau lain yang juga menjadi tempat tinggal alami komodo, yaitu di Pulau Komodo, Gili Motang dan Nusa Kode. Ada pun pulau lain di sekitarnya yang biasa dikunjungi, misalnya Pulau Kambing atau Pulau Kalong.

Untuk wisata melihat komodo ini, aturannya kurang lebih sama saja untuk keempat pulau. Misalnya, Anda harus selalu berada dalam pengawasan ranger, jangan memisahkan diri dari rombongan, untuk perempuan, sebaiknya tidak sedang menstruasi, hindari membuat suara berisik, dsb. Tambahan untuk di Pulau Rinca, janga berenang di dermaga, ya, karena sesekali bisa saja muncul buaya atau hewan buas lainnya.


Untuk memudahkan Anda, sebaiknya mengikuti paket perjalanan, ya. Untuk paket ini, biasanya biayanya sudah termasuk sewa kapal dan tiket masuk Pulau Rinca.

Image: tourism.nttprov.co.id

Selasa, 12 Januari 2016

Desa Wae Rebo Desa Khayalan Incaran Turis Asing




Desa Wae Rebo, desa adat ini berada di pedalaman Flores, persisnya di Kecamatan Satarmese Barat, Kabupaten Manggarai. Meski berada di pedalaman dan tidak terkenal di negeri sendiri, faktanya, desa adat ini sudah lama terkenal di kalangan wisatawan mancanegara. Desa ini ‘dikurung’ oleh beberapa gunung besar di sekitarnya. Bayangkan, untuk mendapatkan kebutuhan sehari-hari, penduduknya mesti berjalan sejauh 9 km ke desa terdekatnya, Desa Denge.

Nah, lalu bagaimana caranya jika ingin mengunjungi desa ini? Ada 2 cara, pertama, Anda berangkat ke Ruteng, ibu kota Manggarai, dari Denpasar. Dari Denpasar ini, ada penerbangan langsung, walaupun tak setiap hari. Atau jika ingin lebih gampang, Anda mesti datang ke Labuan Bajo dulu, lalu meneruskan perjalanan ke Ruteng dengan bus atau menyewa mobil. Intinya, Anda mesti sampai ke Ruteng dulu.

Dari Ruteng, Anda bisa naik kendaraan umum, bemo ke Denga. Bemo ini pun tidak ada setiap hari, yang biasanya ada setiap hari adalah oto kayu. Oto kayu adalah truk yang bagian belakangnya dipasangi kayu-kayu untuk mengangkut penumpang. Wah, menaiki ini saja sudah menjadi petualangan seru, ya.

Untuk menghilangkan lelah dan mengisi tenaga untuk ke Wae Rebo, Anda bisa beristirahat di Denge ini, di sini ada sebuah homestay. Trekking panjang dan melelahkan akan Anda rasakan menuju Wae Rebo, jalur menantang terbentang di hadapan Anda. Namun sesampainya di Desa Wae Rebo, lelah Anda bakal terbayar, pemandangan yang menakjubkan dan kehidupan masyarakat yang masih sangat tradisional menanti Anda. Wisatawan menyebut desa ini bak negeri khayalan.

Ciri khas dari Wae Rebo adalah rumah tradisionalnya. Mbaru Niang, rumah tradisional berbentuk kerucut ini pernah hampir punah. Mbaru Niang mendapatkan penghargaan dari UNESCO pada tahun 2012 lalu. Untungnya, sekelompok wisatawan lokal datang membantu warga melestarikan rumah adat ini, mereka dibantu oleh donator dan pemerintah. Sektor pariwisata yang digerakkan, membantu desa ini untuk ‘hidup’ kembali.


Anda berminat untuk menyaksikan sendiri keindahan desa ini?

Image: ketahui

Kamis, 07 Januari 2016

Pantai Penggajawa Pasir Unik Berbatu Hijau


Pantai dengan pasir putih bersih? Ah, itu, sih, sudah biasa. Di Indonesia ini, banyak sekali pantai indah dengan pasir putih mengilat, bahkan, kita negara kita memiliki pasir dengan warna merah jambu, seperti di Pulau Komodo misalnya. Masih ada lagi, pantai unik lainnya, yaitu pantai berwarna hijau. Anda sudah pernah dengar, belum? Yuk, kita kenali pantai indah ini.

Pantai Penggajawa, pantai ini juga dikenal dengan nama Pantai Batu Hijau. Kenapa? Sebetulnya, Pantai Penggajawa memiliki pasir yang putih, namun pasir ini tertutupi dengan hamparan batu yang berwarna toska. Katanya, batu-batu ini berasal dari lautan, kemudian terseret ke pantai.

Batu-batu ini sering diambil oleh warga sekitar untuk dijual. Batu ini menjadi mata pencaharian, dijual ke Surabaya, Bali bahkan sampai ke Jakarta dengan nilai yang cukup berharga. Meski terus menerus diambil, anehnya batu ini tak pernah habis, jadi kita tak khawatir keindahan Pantai Batu Hijau akan berkurang. Anda pun boleh mengambil batu ini untuk kenang-kenangan, tapi ingat, ya, ambil sedikit saja.

Pantai Penggajawa menawarkan keindahan untuk Anda saksikan. Garis pantainya panjang, indah dengan perpaduan pasir putih dan bebetuan hijau tadi. Bukit yang hijau berdiri kokoh tepat di belakang garis pantai. Bukit ini menjadi tepat yang sempurna untuk menyaksikan keindahan pantai secara keseluruhan.

Bicara lokasi, dari pusat Kota Ende, pantai ini berjarak 20 km atau 1 jam perjalanan. Tepatnya, Pantai Penggajawa berada di Desa Penggajawa, Kecamatan Nanga Panda, Kabupaten Ende, Flores. Jika tak ada kendaraan pribadi, Anda juga bisa menyewa kendaraan atau naik kendaraan umum. Jangan sungkan untuk bertanya daripada tersasar, pantai ini terkenal di masyarakat setempat.


Sayangnya, belum ada fasilitas wisata di pantai ini. Jangankan penginapan, warung makan pun belum ada. 

Image: flobamora

Senin, 31 Agustus 2015

Menikmati Cantiknya 17 Pulau di Taman Laut 17


Berlokasi di Kecamatan Riung, Nusa Tenggara Timur. Taman laut ini merupakan gugusan pulau-pulau kecil dan besar yang kawasannya tersebar di sepanjang Toro Padang sampai Pulau Pangsa. Dinamakan Taman Laut 17 Pulau Riung, untuk memudahkan orang mengingat nama pulau ini, yang serupa dengan tanggal kemerdekaan negara kita. Selain itu, memang pulau besar di kawasan ini, berjumlah 17. Terbayang berapa luas hamparan keindahan lautan kalau Anda berkunjung ke sini?

Beberapa pulau tersebut, diantaranya adalah Pulau Ontoloe yang merupakan pulau terbesar, Pulau Pau, Pulau Kolong, dan sebagainya. Saking luasnya, gugusan kepulauan ini mencakup 5 desa sekaligus.



Hamparan pantai, hutan kering di daratan dan jejeran pohon bakau di pesisirnya, pastilah sebuah pemandangan yang memukau. Bintang di gugusan pulau ini tentu saja kehidupan bawah lautnya. Air biru yang jernih dan pasir putih bersih menjadikan hewan-hewan dan terumbu karang yang ada, bisa dilihat dengan jelas. Pulau Rutong dan Pulau Tiga adalah lokasi terbaik untuk melakukan snorkeling.

Lain dengan Pulau Ontoloe yang didiami oleh ribuan kelelawar. Di sekitar pulau ini dan di daerah perbukitan sekitar, menjadi rumah biawak raksasa Riung, yang disebut dengan “mbou”. Hewan asli lainnya dari kawasan ini adalah rusa timor, ayam hutan, burung gosong dan masih banyak lagi.

Tak banyak penginapan di daerah ini, hanya ada beberapa bungalow saja dan beberapa tempat makan. Anda pun disarankan untuk memulai petualangan Anda di pagi hari. Anda bisa menggunakan jasa nelayan sekitar untuk berkeliling di sekitar pulau

Untuk mencapai wilayah ini, Anda mesti ‘berjuang’ melewati jalan di bukit yang berliku-liku, masih kurang?  Dengan jurang di sampingnya. Tapi, semuanya akan terbayar begitu Anda sampai dan menyaksikan ‘surga lautan’ di Taman Laut 17 tersebut.

Lokasi yang cocok sebagai alternatif pelesir ke Lombok? Siapkan beberapa hari Anda spesial untuk  menjelajahi indahnya bentangan Taman Laut 17. 
Image: wisata.nttprov

Sabtu, 29 Agustus 2015

Indahnya Laut Biru di Pulau Kanawa


Daerah timur Indonesia nampaknya memang bergelimang akan keindahan pantainya. Selain pantai berpasir pink di Labuan Bajo, Pulau Kanawa, yang mungkin masih asing bagi Anda, juga patut diperhitungkan. Terutama bagi mereka yang memiliki hobi diving dan snorkeling.

Masih di daerah Flores, Nusa TenggaraTimur, Pantai Kanawa bisa dicapai sekitar satu jam dari Labuan Bajo. Untuk sampai ke sini, biasanya dengan menaiki speedboat.

Apa yang bisa Anda nikmati di pulau ini yang disewa oleh orang Italia ini? Sudah pasti keindahan alam bawah lautnya. Dengan laut biru kehijauan yang begitu bening, nikmati cantiknya kumpulan terumbu karang, ikan-ikan kecil yang berwarna-warni, ikan pari raksasa dan penyu. Tidak ketinggalan si ikan unik, mola-mola. Pulau ini juga menjadi habitat bagi beberapa jenis hewan liar seperti rusa dan burung.

Kegemaran wisatawan lainnya di pulau ini adalah memegang biota laut yang bersembunyi di pasir ketika air surut di sore hari, bintang laut atau kepiting-kepiting kecil misalnya. Ketika matahari terbenam, cobalah naik ke bukit untuk menikmati indahnya pemandangan.

Anda tidak perlu buru-buru pulang ke daerah kota jikalau ingin menginap di pulau ini, karena sudah tersedia beberapa cottage, meskipun tidak mewah. Ingin menyewa perlengkapan diving pun, di sini sudah ada diving center.

Informasi untuk Anda, kabarnya, jika Anda menginap di sini, air di penginapan Anda cuma akan diisi sekali sehari, mengingat air tawar adalah sesuatu yang berharga di sini. Kemudian, listrik di pulau ini hanya hidup pada jam 6 sore sampai jam 11 malam. Setelah itu, Anda hanya akan mendapat cahaya dari bintang-bintang yang bertaburan di atas pulau. Jika butuh listrik, untuk mengisi baterai kamera misalnya, bisa Anda dapat di restoran. Jangan lupa untuk memesan kamar lebih dulu sebelum tiba di sini.

Image: kidnesia

Baca juga: