Rabu, 09 September 2015

Kastel Indah di Dunia yang Memikat

Mendengar kata ‘kastel’, seakan membawa imajinasi kita melayang ke dunia dongeng, membayangkan raja dan ratu yang tinggal di dalamnya. Tidur dalam kasur berisi bulu angsa, mengenakan jubah berbahan beledu, memakai emas dan permata. Dengan pengawal-pengawal yang setia melayani mereka. Apa, ya, rasanya menjadi seorang raja? Apa, ya, rasanya tinggal di dalam kastel? Mengobati rasa penasaran, tak ada salahnya melongok beberapa kastel di dunia.

Kastel Hohenzollern di Stuttgart, Jerman.
Katanya, kalau Anda sedang berjalan-jalan di kota ini, bagaikan baru saja melewati mesin waktu. Anda bakal terasa kembali ke masa silam, karena kota ini bertabur peninggalan bersejarah. Berada di ketinggian 900 meter di puncak bukit Zollern, Kastel Hohenzollern menjulang dengan indahnya. Kastel bergaya neogothic ini memiliki 140 ruangan. Di dalamnya, terdapat koleksi benda-benda antik peninggalan sejarah Prusia. Beberapa ruangan pribadi di kastel ini menggunakan kayu-kayu berharga pada lantainya, dipadukan dengan lukisan yang memenuhi dinding hingga ke langit-langitnya.

Selain menjadi tempat tinggal kerajaan, kastel ini juga memiliki gereja, beberapa menara pantau dan tentu saja benteng.
Image: mydeutschlandblog

Kastel Himeji di Jepang
Jalan-jalan ke Jepang, jangan cuma berbelanja saja, mari kunjungi tempat-tempat bersejarahnya untuk menambah wawasan. Kastel Himeji misalnya, yang bisa Anda jumpai di Kota Himeji, bejarak 50 km dari barat Kobe. Kastel yang katanya sudah berdiri selama 400 tahun ini, dijuluki ‘White Heron’ atau Bangau Putih, karena dindingnya dilapisi dilapisi dengan plester putih yang tahan terhadap api. Hebat, ya? Karena kastel-kastel di Jepang dibangun dengan kayu, bukan batu, jadi perlindungan terhadap api, adalah hal penting.   

Ada banyak festival yang diadakan di kastel ini, seperti Himeji Castle Cherry Blossom Viewing Fair dan Princess Sen-hime Peony Festival di musim semi, Himeji Castle Festival di musim panas, Moon Viewing Fair dan Himeji Ceramics Market di musim gugur .Pernah melihat kastel ini di tv? Ya, kastel ini memang suka dijadikan background untuk film-film bernuansa klasik di Jepang.
Image: japan-guide

Kastel Jinju di Korea
Benteng Jinjuseong ini memiliki nama asli Benteng Chokseokseong, yang dibangun pada masa Dinasti Goryeo dan rampung pada masa Dinasti Joseon, pada masa inilah namanya diganti menjadi Benteng Jinjuseong. Kastel ini terkait dengan kisah penyerangan oleh Jepang pada tahun 1592. Di depan kastel ini, terdapat sungai yang indah.

Selain itu, di dalam kastel ini, terdapat taman yang luas dan museum, Anda bisa sedikit memperlajari kebudayaan, juga sejarah Korea Selatan. Ingin menyaksikan festival lentera di sepanjang sungai? Datanglah ke Korea pada bulan Oktober.
Image: commons-wikipedia

Jadi semakin penasaran!

Baca juga:
Menengok Matahari Terbit di Balik Gunung Sindoro

Selasa, 08 September 2015

Menengok Matahari Terbit di Balik Gunung Sindoro


Gunung Sindara, Sindoro atau disebut juga dengan Sundoro adalah gunung merapi yang hingga kini masih dalam keadaan aktif. Letaknya berada di dekat Temanggung, Jawa Tengah. Gunung Sindara bersebelahan dengan Gunung Sumbing.

Keindahan gunung ini didapat dari kawasan hutan di sekitarnya yang cukup luas, juga hamparan pohon pinus, kebun teh kebun dan sayuran di bagian lereng-lereng gunung.

Info yang didapat, jika Anda ingin melakukan pendakian lewat Sigedang, Anda mesti lebih dulu melapor ke kepala desa, sementara itu, Anda bisa menginap di rumah-rumah warga setempat yang biasanya juga menjadi guide menujun gunung. Sedangkan untuk pendakian lewat Kledung, belum menggunakan izin khusus tapi tetap harus memberikan info pada petugas setempat. Maklum, dikatakan, jalur pendakian ini cukup menantang dan kabarnya masih ‘berbau’ mistis.

Masih di kawasan ini, di hutan Rasamala (diambil dari nama tumbuhan yang tumbuh subur di hutan ini), ada pohon terbesar di lereng Gunung Sindoro dan Gunung Sumbing, disebut dengan pohon Walitis. Menurut kepercayaan setempat, pohon ini berasal dari sebuah tongkat yang ditancapkan ke tanah, milik salah seorang pengikut wali, yaitu Ki Ageng Makukuhan.

Jika Anda penasaran dengan Gunung Sindoro tapi tidak mau mendakinya, cobalah datangi kawasan Lembah Posong, di sini Anda bisa melihat pemandangan Gunung Sindoro dan Gunung Sumbing sekaligus. Terutama ketika datang waktunya matahari terbit, akan luar biasa pemandangannya.

Memang, sedikit membutuhkan ‘perjuangan’ untuk mencapai kawasan ini. jalanannya masih berupa jalanan berbatu dan hanya cukup seluas satu mobil saja. Jalanannya sedikit menanjak, cukup licin di kala hujan dan kadang tertutup embun. Maka sangat penting berhati-hati jika Anda lewat sini. Jika bingung dengan arahnya, warga sekitar akan membantu Anda.

Di kawasan ini, nikmati sejuknya udara, sambil melepas lelah duduk santai di pondok-pondok yang sudah disediakan. Fasilitas di sini masih seadanya, tapi jika ingin menginap, ada rumah-rumah kecil semi permanen yang disediakan. Jangan lupa, untuk mencicipi kopi khas daerah setempat..

Minggu, 06 September 2015

Apa Saja Perlengkapan yang Mesti Dibawa Untuk Naik Gunung?


Naik gunung, mendaki atau hiking, nampaknya kian menjadi tren, terutama di kalangan anak-anak muda. Lama menjadi hobi para lelaki, kini perempuan pun mulai banyak yang menjajal kegiatan ini. Apa pun alasan dibaliknya, entah itu memang hobi, menyukai petualangan, merasa tertantang atau sekadar mengikuti hobi teman-teman, peralatan hiking bukanlah sesuatu yang bisa diremehkan. Naik gunung itu butuh persiapan..

Stamina dan fisik yang sehat, itu hal utama. Persiapan matang dan perlengkapan yang memadai pun tak kalah pentingnya. Berikut beberapa perlengkapan dasar naik gunung yang mesti Anda bawa.

  • Penunjuk arah seperti peta dan kompas.
  • Alat-alat penerangan seperti headlamp dan senter. Jangan lupa untuk membawa baterai cadangannya. Headlamp bertahan lebih lama dibanding dengan senter, headlamp juga bisa digantung.
  • Makanan. Bawalah yang praktis dan tidak mudah basi. Bawa air minum dan persediaan air bersih, sekiranya tempat yang akan dilewati minim akan air bersih. Tersedia alat filter khusus.
  • First aid kit. Berupa obat-obatan yang harus dikonsumsi tiap hari. Tabung oksigen, ini sangat penting, mengingat tekanan udara di pegunungan berbeda dengan udara di tempat Anda tinggal sehari-hari. Obat-obatan lain seperti obat sakit perut, oralit, paracetamol, obat mata, minyak kayu putih, obat alergi, plester, obat luka, alkohol. Sunblock mungkin akan dibutuhkan. Tisu basah dan tisu kering, jangan tertinggal, ya. Lotion anti nyamuk juga penting, nih.
  • Repair kit, seperti pisau lipat, gunting dan tali (tali khusus ini bisa Anda dapat di toko perlengkapan hiking). Peralatan memasak. Kompor, gas (pastikan masih terisi), spirtus, korek api (dimasukkan ke dalam zipper lock lebih baik), fire starter (sebaiknya Anda punya ini, ya). Perlengkapan makan. Untuk piring dan gelas, lebih baik yang plastik supaya lebih ringan, sebaliknya, untuk sendok garpu, bawalah yang keras.
  • Pakaian. Baju ganti seperlunya saja. Pakailah sepatu khusus mendaki, sandal, kaus kaki, baju hangat, jaket khusus mendaki (fokusnya untuk menjaga Anda supaya hangat), jas hujan (plus cover bag), sarung tangan (sebaiknya bawa dua pasang, satu untuk berpegangan ketika mendaki dan satunya lagi yang lebih tebal untuk tidur), topi penghangat (atau yang sering disebut dengan topi kupluk). Masker juga diperlukan, selain menjaga suhu tubuh Anda, masker bisa untuk menahan bau belerang. Gaiter, untuk menghalangi supaya pasir tidak masuk ke dalam sepatu. Bentuknya seperti kaus kaki.
  • Trekking pole atau tongkat gunung, fungsinya untuk menjaga keseimbangan tubuh
  • Keperluan tidur. Tenda, matras (juga khusus) dan sleeping bag. Gunakan tumpukan pakaian dalan carrier Anda sebagai bantal. Anda bisa membawa selimut sekiranya Anda tidak terlalu kuat dengan udara dingin.
  • Perlengkapan mandi. Mungkin membawa yang di dalam sachet akan lebih praktis.

Tambahan, sebagian pendaki menyarankan untuk membawa peluit, hal ini untuk berjaga-jaga jika Anda tersesat, Anda bisa memberi kode dengan suara peluit ini. jam, alat komunikasi, alat pengukur ketinggian, plastik untuk mengangkut sampah Anda juga amat disarankan untuk dibawa.

Sudah siap semuanya? Ke gunung mana kita di liburan berikutnya?

Image: dreamstime

Baca juga:

Anambas yang Bertabur Keindahan Alam (Part 1)

Sabtu, 05 September 2015

Anambas yang Bertabur Keindahan Alam (Part 1)



Bicara soal keindahan pantai, mungkin Indonesia menjadi salah satu jagoannya. Kepulauan Anambas di Riau ini adalah salah satu buktinya. Gugusan ini memiliki 238 pulau dengan total pulau yang berpenghuni, hanya ada 26 saja, jadi bisa dikatakan, daerah ini belum begitu terjamah oleh manusia. Anambas telah menjadi lokasi menyelam yang terkenal, terutama oleh penyelam dari luar negeri.

Jadi, kalau Anda menginap di sekitar Riau, berikut beberapa objek wisata yang bisa Anda kunjungi di kawasan Anambas.

Pulau Durai
Pulau yang ada di Kecamatan Palmatak ini, merupakan kawasan konservasi penyu sisik dan penyu belimbing, maka itu, pulau ini juga dikenal dengan nama Pulau Penyu. Memang, perlu ‘usaha’ cukup panjang untuk mencapai pulau nan indah ini. Jika Anda berangkat dari Batam, Anda bisa menggunakan pesawat perintis dengan tujuan Bandara Matak, selanjutnya dilakukan perjalanan darat ke pelabuhan, dilanjutkan lagi dengan speedboat ke pelabuhan Tarempa, terakhir, kembali menaiki speedboat ke Pulau Durai ini. Perjalanan berjam-jam akan terbayar begitu Anda menyaksikan eloknya pemandangan di Pulau Durai.

Selain melihat indahnya kehidupan bawah laut di Pulau Durai, di malam hari, Anda bisa melihat penyu-penyu yang sedang bertelur. Jika ingin menginap di sini, sayang sekali, tidak ada penginapan di sini, hanya ada tempat untuk petugas pelestarian penyu.
Image: nationalgeographic


Pulau Bawah
Pulau Bawah, yang berada di Kecamatan Siantan Selantan ini, katanya, adalah pulau tropis terindah, yang mengalahkan empat pulau tropis lainya, yaitu Koh Cang di Thailand, Langkawi di Malaysia, Teluk Halong di Vietnam, dan Similand Islands di Thailand. Bahkan, Pulau Bawah disebut-sebut tak kalah mengagumkan dengan Maladewa.

Pulau Bawah memiliki dua pantai berhadapan, yang ketika air laut sedang surut, Anda bisa berjalan kaki menuju pulau kecil di depannya. Batu-batuan granit disekelilingnya menambah keindahan pulau ini. Pulau Bawah dikelilingi empat pulau kecil, yaitu Pulau Bawah itu sendiri, Pulau Lidi, Pulau Elang, Pulau Murba dan Pulau Sangga. Lima pulau inikah yang membentuk formasi laguna.

Di pulau ini, banyak kegiatan yang bisa Anda nikmati, mulai dari snorkeling menengok keindahan terumbu karang dan ikan-ikan cantik yang berenang disekitarnya, bermain kano dan pastinya berfoto mengabadikan gambar diri Anda ketika berada di tempat indah ini. Sedang disiapkan resort yang diharapkan rampung pada tahun ini.
Image: citysaidah

Pulau Ayam
Kenapa dinamakan Pulau Ayam? Di sini, ada bagian batu di bukit yang menjulang, bentuknya kalau dilihat-lihat memang cukup mirip dengan leher dan kepala ayam. Berlokasi di Desa Bukit Padi, perairan pulau ini begitu jernih dan memiliki habitat terumbu karang yang masih alami. Sudah pasti, area ini menjadi area yang tepat untuk berenang, snorkeling, diving, dan memancing. Ingin menikmati hangatnya sinar matahari pun, bisa dilakukan sembari duduk-duduk di gazebo yang sudah disediakan.

Kalau ingin bermalam di sini, bisa menginap di rumah-rumah warga setempat atau mendirikan tenda di sekitar pantai? Pastinya membuat berlibur makin berkesan, kan?
Image: titimellyani

Masih banyak, nih, pulau-pulau keren yang bisa Anda nikmati di area Anambas ini. Tunggu infonya di ulasan selanjutnya, ya!

Baca juga:
Danau Titicaca, Danau Indah Penuh Mitos

Jumat, 04 September 2015

Danau Titicaca, Danau Indah Penuh Mitos


Danau Titicaca terletak di Pegunungan Andes, di bagian barat dari Bolivia dan di bagian timur Peru. Danau ini adalah danau yang letaknya paling tinggi di dunia dan merupakan danau ke dua yang terbesar di Amerika bagian selatan. Kawasan danau ini memiliki 41 pulau. Terbayang, kan, betapa luasnya?

Ada kisah menarik mengenai danau cantik ini, konon, dulu ada seorang raja yang berasal dari suku Indian Arca, yang bernama Atahualpa sebagai peguasa danau tersebut. Suatu hari, sang raja mendapat petunjuk dari dewanya untuk menimbun emas kerajaannya, di dalam danau Titicaca. Kemudian ia dan para pengikut setianya dengan patuh menimbun emas mereka ke dalam danau tersebut. Cerita lainnya, danau ini adalah tempat yang suci bagi suku Inca, dipercaya, raja pertama suku ini, Manco Capac, lahir di sini.

Tempat terbaik untuk menginap selama di kawasan ini adalah Kota Puno, Peru. Selain bisa mengunjungi Katedral yang menawan. Tak jauh dari Kota Puno, Anda juga bisa melihat Kota Cusco yang tak kalah indahnya. Ketika sudah berada di daerah ini, jangan lupa untuk melihat Macchu Picchu, situs bersejarah yang sangat terkenal itu.



Tempat lain yang bisa dikunjungi di sini adalah Islas Uros, yang merupakan objek wisata Danau Titicaca yang utama. Islas Uros adalah danau terapung. Mendatangi lokasi ini, seperti sedang menonton film fiksi. Terdapat rumah-rumah yang seluruhnya terbuat dari alang-alang totora. Kapal yang digunakan masyarakat setempat juga terbuat dari alang-alang ini, bentuknya, unik sekali. Beberapa warga setempat ada yang menyediakan tempat untuk tinggal di kawasan. Mereka akan membantu Anda berwisata, menyediakan makanan dan sebagainya. Sebagai bonus, jika beruntung, Anda bisa melihat flamingo di sini.

Bagi Anda yang suka dengan suasana pegunungan, cobalah mengunjungi Ichu, yang berjarak sepuluh kilo dari Puno. Menempuh waktu beberapa menit saja untuk mencapai atas bukit dan saksikan pemandangan indah yang tak terlupakan.

Masih ada banyak lagi objek wisata dan lokasi-lokasi menarik lainnya jika Anda berkunjung ke sini.

Image: sugestkeywords + aracari

Baca juga:
Berkeliling Dengan Sampan di Pulau Pari

Kamis, 03 September 2015

Berkeliling Dengan Sampan di Pulau Pari


Nama pulau yang satu ini, unik juga, ya? Katanya, dinamai Pulau Pari, karena apabila dilihat dari foto udara, pulau ini memang terlihat seperti ikan pari. Letaknya ada di salah satu gugusan Taman Nasional Laut Kepulauan Seribu, tak jauh dari Kota Jakarta. Dengan speedboat, jika berangkat dari Ancol atau dari Muara Angke, Jakarta Utara, bisa ditempuh dalam waktu cukup sekitar satu jam lebih. Maka tak heran, pulau ini menjadi salah satu lokasi rekreasi yang diincar oleh warga Jakarta.

Pulau ini termasuk yang belum terlalu ramai oleh pengunjung dan suasananya masih sangat asri. Hal ini menjadi salah satu pertimbangan bagi pengunjung untuk datang ke sini, ketenangan. Terdapat tiga objek wisata utama di pulau ini, yaitu Pantai Perawan, Pantai Pasir Kresek dan Dermaga Bukit Matahari.

Nah, apa saja yang bisa Anda lakukan selama berlibur di sini? Pastinya, menikmati cantiknya pasir putih dengan lautan yang kehijauan. Snorkeling di perairan yang lebih dangkal, melihat keanekaragaman hayati ekosistem laut, seperti berbagai jenis koral dan ikan. Berkeliling dengan menaiki sampan, memancing, memotret, menikmati indahnya matahari terbit, berolahraga atau sekadar duduk-duduk di pantai sembari menikmati segarnya kelapa muda. Pasti nikmat sekali..

Ada satu hal lagi yang unik di pantai ini. Pada bagian barat pulau ini memiliki air tawar, tidak seperti pulau lain yang biasanya memiliki air payau. Karenanya, di pulau ini banyak tumbuh pohon-pohon seperti yang biasa Anda lihat sehari-hari, seperti pohon pisang, cemara bahkan pohon mangga. Barulah pada bagian timur, Anda bisa melihat rimbunnya hutan mangrove yang begitu dijaga keasriannya oleh warga setempat.

Jika ingin menginap, tersedia rumah-rumah warga yang memang biasa disewakan. Soal listrik, tenang saja, tersedia selama 24 jam.

Ada ide, nih, mungkin sebelum berangkat menuju Pulau Pari, menjajal hidangan laut dulu di kawasan Muara Angke. Mencicip ikan-ikan segar yang diolah dengan begitu nikmat. Sekali berangkat, banyak lokasi wisata yang dikunjungi.

Selamat bersenang-senang.

Image: pulaupari-indonesia

Baca juga:
Danau Tiga Warna yang Mengundang Decak Kagum

Rabu, 02 September 2015

Danau Tiga Warna yang Mengundang Decak Kagum


Gunung Kelimutu bertempat di Desa Pemo, Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur. Gunung berapi ini memiliki tiga danau kawah indah yang bakal membuat Anda berdecak kagum di bagian puncaknya. Masing-masing memiliki warna air yang berbeda, yaitu merah, putih dan biru, itulah sebabnya, mengapa danau-danau indah ini, juga dikenal dengan nama Danau Tiga Warna. Uniknya lagi, terkadang warna danau tersebut bisa berubah-ubah.

Danau-danau ini juga memiliki cerita dibaliknya. Dimulai dari namanya, yang berasal dari kata “keli”, yang artinya gunung, dan kata “mutu”, yang bermakna mendidih. Mungkin hal ini disebabkan oleh kepercayaan masyarakat setempat, yang meyakini adanya kekuatan dahsyat dari masing-masing danau.

Kemudian, berdasarkan warna. Danau yang warnanya biru, Tiwu Nuwa Muri Koo Fai, diyakini sebagai tempat berkumpulnya jiwa dari muda-mudi yang sudah meninggal dunia. Ke dua, danau merah atau Tiwu Ata Polo, yang dipercaya sebagai tempat berkumpulnya jiwa dari orang-orang yang sudah meninggal, yang semasa hidupnya sering melakukan kejahatan. Terakhir ialah danau yang berwarna putih atau Tieu Ata Mbupu. Danau ini juga diyakini sebagai tempat berkumpulnya jiwa orang tua yang sudah meninggal.

Kepercayaan lainnya, jika suatu saat warna danau berganti, maka mereka mesti memberikan sesajen bagi jiwa-jiwa yang telah meninggal tersebut.

Keunikan dan keindahan warna danau-danau ini tak cuma mengundang wisatawan, tapi juga para peneliti. Setelah menempuh perjalanan melalui anak tangga, maka saksikanlah keindahan alam di depan mata Anda. Untuk pemandangan yang maksimal, datanglah pada pagi hari, di bulan Juli dan Agustus..

Tidak cuma keindahan danaunya, kawasan Gunung Kelimutu juga memiliki jenis flora dan fauna yang bakal jarang Anda temui di daerah lain, misalnya, kayu merah, pohon pinus dan bunga edelweiss. Tak ketinggalan, ayam hutan, burung elang, rusa dan lain sebagainya.

Area wisata ini mamadai. Kawasan ini menyediakan pondok-pondok, toilet, rumah makan dan tempat penginapan. Jadi, Anda bisa menetap sejenak untuk menyaksikan keindahan Danau Tiga Warna ini hingga puas. Jangan lupa, untuk menjaga kebersihan daerah ini.

Image: komodonews.info

Baca juga: