Kamis, 20 Oktober 2016

Berburu Indahnya Aseoris dari India (Part 1)


Siapa yang mau jalan-jalan ke India? Mungkin Anda mau meihat Taj Mahal yang megah atau mungkin ingin melihat candi-candi yang memang banyak sekali di sana. Ingin melihat pemain Bolywood favorit Anda? Duh, keinginan yang satu itu mungkin sedikit susah terwujud, tuh. Daripada mencari yang susah, lebih baik Anda berwisata kuliner, atau mungkin membeli asesoris.

Ya, kalau kita melihat di film-film India, masyarakat India nampaknya senang sekali, ya, menggunakan perhiasan. Laki-lakinya pun, rata-rata mengenakan anting-anting dan kalung, bahkan dari mereka kecil. Perempuan? Apa lagi. Coba Anda perhatikan, rasanya, dari ujung kepala hingga jari kaki mereka, ada saja asesoris yang disematkan. Kira-kira, apa, ya, alasan mereka menggunakan perhiasan sebanyak itu?

Nyatanya, memang, menjadi kebiasaan di sana, menggunakan perhiasan untuk memperindah penampilan, bahkan untuk setiap bagian tubuh. Tapi tidak asal cantik atau asal pakai, karena perhiasan (atau asesoris) biasanya dibuat untuk melambangkan sesuatu, bermakna, bermanfaat atau untuk mengomunikasikan sesuatu bagi mereka yang melihat. Baik itu bentuk, fungsi dan materialnya.

Misalnya, nih, di India sana, emas melambangkan sesuatu yang suci, emas juga lambang dari kesejaheraan penggunanya. Intinya, semakin banyak dan berat emas yang digunakan, berarti orang tersebut semakin kaya. Perhiasan yang lengkap, menjadikan penggunanya lebih sempurna. Sebaliknya, semakin sedikit perhiasan, artinya orang tersebut hidup kekurangan. Tidak heran, kan, kalau di filmnya, orang-orang kayanya menggunakan emas hingga bertumpuk-tumpuk.

Nah, apa saja jenis perhiasannya? Ada 16 jenis perhiasan utama.

Tika
Anda sering lihat asesoris seperti bandul yang dipakai di kepala? Nah, ini adalah tika. Tika adalah perhiasan dengan rantai, yang diujung satunya berupa kaitan dan bandul diujung lainnya. Bandul ini mesti berada tepat di tengah kening, yang menjadi tempat bagi chakra. Tika juga terkait dengan lambang penyatuan antara wanita dan pria di dunia.

Baru satu yang kita ulas, berarti masih ada banyak lagi. Informasi ini menarik dan layak utuk disimak, loh, makanya, nantikan ulasan selanjutnya mengenai ragam perhiasan India, ya.
 
Image: strandofsilk

Rabu, 19 Oktober 2016

Serunya Wisata ke Pasar


Siapa suka berbelanja di pasar? Ya, di Indonesia juga banyak sekali pasar, tapi bolehlah, sesekali kita wisata di pasar-pasar di luar negeri. Jalan-jalan di pasar seperti ini, menarik, loh, untuk melihat kebiasaan dan budaya asli masyarakat setempat. Selain itu, kan, Anda juga bisa berburu barang-barang dengan harga terjangkau. Asyik, kan?

Men’s Street
Nama lainnya adalah street market. Kawasan ini adalah salah satu kawasan paling sibuk di Hong Kong, terutama ketika malam datang. Pasar jalanan yang berada di area Jordan dan Yau Ma Tei ini, adalah tempat yang tepat jika Anda ingin membeli cendera mata atau berbelanja pakaian. Kawasan ini juga pas sekali untuk menjajal street food ala Hong Kong, misalnya dimsum atau mi goreng khas Kanton. Pasar ini juga banyak menjual barang antik, misalnya kepingan CD langka. Komplet, kan?

Khan Al-Khalili
Yuk, kita berjalan lebih jauh, tepatnya ke Kairo, Mesir. Mungkin setelah melihat kemegahan piramida, Anda tertarik melihat pasarnya, Khan Al-Khalili yang legendaris. Pasar tua yang berada di dekat Universitas Al-Azhar ini, menjual beragam kebutuhan pokok. Nah, karena semakin ramai didatangi wisatawan, pasar ini mulai menjual cendera mata, misalnya lampu-lampu gantung indah yang bakal bikin Anda menyesal jika tidak membelinya.

Pasar ini luas, loh. Jika lelah, beristirahatlah sejenak, sekadar menyeruput kopi, makan kudapan ala Mesir atau menjajal shisha.
Image: alamy

Grand Bazaar
Pasar yang berlokasi di Istanbul ini sudah terkenal di dunia. Bahkan beberapa film Holywood pun pernah menjadikannya sebagai latar belakang film mereka. Pasar ini juga sudah berdiri sejak lama dan sekarang, setidaknya ada 3000 kios bisa Anda ‘jelajahi’. Untuk mempermudah kegiatan belanja Anda, pasar ini dibagi menjadi beberapa bagian menurut jenis barang yang dijual. Misalnya, di sini Anda bisa membeli karpet, kerudung, pakaian, camilan (permen-permen) khas Turki, lampu gantung cantik, souvenir, pajangan hingga asesoris. Banyak, kan?

Pastinya, jangan lupa menawar. Yang lebih menyenangkan lagi, pedagang-pedagang di Grand Bazaar ini senang memberi hadiah buat pelanggannya, loh.

Nah, Anda tertarik mengunjungi pasar-pasar tersebut?

Selasa, 18 Oktober 2016

Wisata di Pasar Ikan di Jepang


Mau menjajal obyek wisata yang berbeda dari yang sebelumnya? Yuk, kita jalan-jalan ke pasar ikan di Jepang. Jauh-jauh ke Jepang, kok, datang ke pasar? Jangan heran dulu, Tsukiji Fish Market ini memang terkenal, loh, di kalangan para wisatawan. Tsukiji adalah pasar ikan dan seafood terbesar di Tokyo, tepatnya berada di Hamarikyu Garden, distrik kota Chuo, Tokyo. Lokasinya strategis, loh. Menurut informasi, pasar ini sudah berdiri semenjak zaman kekuasaan Dinasti Edo.

Bahkan, dulu ada program wisatanya juga yang sudah disiapkan di sini. Kegiatannya berupa menonton kegiatan pelelangan ikan tuna. Tapi, karena jumlah turis yang datang semakin hari, semakin membludak, kenyamanan selama pelelangan berlangsung menjadi terganggu dan padatnya pengunjung memberikan dampak yang kurang baik bagi kebersihan, terganggunya temperatur ruangan, dsb. Makanya, akhirnya kegiatan ini sekarang ditutup bagi pelancong. Tentu saja, mereka tidak kualitas dagangan mereka terganggu, kan.

Terus, apa yang bisa Anda lakukan kalau datang ke sini? Pastinya berbelanja, dong. Di sini, selain seafood Anda bisa membeli rumput laut atau caviar. Mau belanja sayuran atau buah-buahan, juga ada di sini. Jangan takut kehabisan, setiap harinya, ribuan ton seafood dijual di sini. Keuntungannya? Tidak hanya mendapatkan makanan yang super segar tapi harganya juga lebih terjangkau.

Suka wisata kuliner makanan Jepang? Tepat sekali untuk Anda datang ke sini, di sekitar pasar Tsukiji, ada banyak kios yang menjual aneka masakan Jepang. Duh, terbayang, kan, betapa nikmatnya hidangan Jepang dengan bahan baku yang segar dari pasar?

Pasar ini buka setiap pagi hari dan tutup di hari minggu (dan biasanya rabu). Dan Anda mesti ekstra hati-hati saat berada di pasar ini, karena pasar ini amat ramai dan banyak alat berat yang dioperasikan.

Nah, meski berwisata di pasar, tapi tetap seru, kan?


Image: japanguide

Senin, 17 Oktober 2016

Melihat Dunia Harry Potter di Universal Studio


Bagi penggemar berat film Harry Potter, sudahkah Anda mengunjungi wahana The World of Wizarding Harry Potter? Duh, masa belum, sih? Jauh, ya? Kan, di Jepang sudah ada, mungkin Anda bisa datang ke sana.

Ya, untuk jalan-jalan ke wahana ini yang ada di Florida, Amerika sana, pastilah membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Mulai dari harga tiket pesawat, hotel, transportasi, uang makan, dsb, mungkin membutuhkan tabungan yang dikumpulkan dalam waktu yang cukup lama. Nah, sebagai alternatif, Anda bisa mengunjungi wahananya yang ada di Jepang dulu. Kehidupan di Jepang mahal, sih, tapi setidaknya ada selisih biaya.

Wahana Harry Potter yang ada di Jepang ini, proses pembangunannya juga melibatkan si penulis ceritanya langsung, JK. Rowling, jadi, detilnya pun amat mirip dengan suasana yang Anda lihat di filmnya. Seperti wahana yang lain, konsep yang dihadirkan oleh Universal Studio juga mengedepankan sensasi petualangan bagi pengunjungnya. Apa saja yang menarik di sini?

Diawali dengan gerbang Hogsmeade Village, barulah Anda memasuki wahana secara keseluruhan. Anda bisa melihat rumah-rumah dan toko yang dibangun seperti yang ada di film. Anda ingat, dong, deretan toko di mana Harry Potter mencari tongkat yang sesuai dengannya? Kalau toko permen di film tersebut, masih ingat? Ada, loh. Ada pula, kereta uap atau Hogwarts Express yang dinaiki Harry Potter dan rekan-rekannya untuk mencapai sekolah sihir mereka. Anda juga bisa melihat stasiun Hogsmeade.

Lokasi lainnya adalah Hogwarts Castle, yang amat indah. Nah, supaya foto-foto Anda semakin menarik, jangan lupa untuk membeli dan memakai kostum ala murid Hogwarts.

Lapar? Yuk, kunjungi Three Broomsticks restaurant. Menu favorit di sini adalah sepiring jagung, kentang, iga dan ayam bakar, yang juga menjadi favorit murid-murid dan guru di Hogwarts. Untuk minumannya, Anda bisa mencicipi butterbeer, si minuman para penyihir.

Untuk sampai di tempat yang super keren ini, dari Kansai International Airport, Anda bisa melanjutkan perjalanan dengan bus (yang langsung menuju ke lokasi) atau bisa juga dengan kereta JR Hanwa Line dan turun di stasiun Nishikujo. Untuk tiket, ada yang berlaku untuk sehari, dan dua hari. Soal penginapan, banyak, kok, hotel-hotel yang letaknya dengan Universal Studio ini.


Image: cnn

Minggu, 16 Oktober 2016

Perhiasan Orang India


Ketika menonton film India, kita sering melihat, bahwa mereka mengenakan begitu banyak perhiasan, baik itu bagi pria, apalagi wanita. Untuk pria, amat umum kita melihat mereka mengenakan anting, entah itu di sebelah telinganya, atau keduanya. Dan untuk wanita? Perhiasan mereka bagaikan toko emas berjalan. Sebutlah dari ujung kepala hingga ke ujung kaki, semua ada perhiasannya. Ada apa, sih, antara orang India dan perhiasan?
  • Sejak zaman dahulu kala, perhiasan memang sudah menjadi bagian dari keseharian masyarakat India.
  • Pada dasarnya, mereka menggunakan perhiasan semata-mata untuk tampil menawan.
  • Sebagian perhiasan melambangkan dewa mereka atau menggambarkan simbol tertentu. Jadi, jika suatu hari nanti Anda berlibur ke India dan ingin membeli perhiasan, jangan asal pilih, ya.
  • Perhiasan yang digunakan orang India, terbuat dari beberapa macam bahan baku. Tapi yang paling diminati adalah yang terbuat dari emas. Ya, siapa juga yang tidak suka memiliki banyak perhiasan emas? Namun, di India, emas dianggap sebagai salah satu lambang kesejahteraan.
  • Katanya, seseorang setidaknya mengenakan satu perhiasan emas, baik itu yang kecil sekalipun.
  • Bagi mereka yang punya uang lebih, tentu saja emas ini dipadukan dengan batu mulia.
  • Pada upacara pernikahan, emas (justru) dibawa oleh pihak wanita, untuk memperlihatkan tingkat kesejahteraan mereka. Semakin banyak emas yang dibawa, artinya semakin kaya dan sejahtera si keluarga perempuan. Mereka percaya, pengantin wanita yang mengenakan emas 24k, akan membawa kebahagiaan dan keberuntungan dalam hidupnya. Para pengantin wanita bahkan tidak ‘keberatan’ memakai emas yang amat berat.
  • Pengantin wanita harus mengenakan anting hidung pada upacaranya.
  • Bahkan, ada anggapan yang berkembang, jika ingin menikah, harus ada emas.
  • Emas terkait dengan kepercayaan (agama) mereka. Emas adalah simbol dari Hindu Dewi Lakshmi dan dianggap sebagai sesuatu sangat menguntungkan dan pertanda baik. Emas juga dijadikan persebahan bagi dewa pada upacara tertentu.
  • Emas dianggap murni dan suci.
  • Tidak ada cincin dan gelang kaki yang terbuat emas. Karena emas merupakan lambang dari dewa kesejahteraan, makanya, tidak boleh dipakai (menyentuh) di kaki.
  • Informasi lainnya, pada zaman dahulu, selain menjadi favorit para raja, mutiara yang berkilau juga dianggap bisa mencegah sesuatu yang buruk.

Nah, jadi itulah beberapa alasan kenapa masyarakat India memakai banyak sekali perhiasan. Mau tahu apa saja, sih, nama-nama (jenis) perhiasan tersebut? Akan kita ulas pada artikel selanjutnya, ya.

Image: fashionhug

Minggu, 09 Oktober 2016

Apa Sih Kain Sari?


Anda senang nonton film India juga? Coba perhatikan pakaian wanitanya, jarang sekali, ya, mereka mengenakan pakaian yang umum kita gunakan. Mereka mengenakan pakaian tradisional mereka, sari. Baik dari hiasan dan warnanya, pakaian ini begitu cantik. Apalagi ketika sedang dipakai menari, makin cantik, deh. Yuk, ah, kita mengulas sedikit pengetahuan mengenai pakaian yang satu ini.

Sari, saree atau shari. Adalah jenis pakaian tradisional wanita India. Kain ini, umumnya sepanjang 4,5 hingga 8 meter dengan lebar sekitar 1,2 meter. Saree digunakan dengan dililitkan di pinggul dengan ujung lainnya, digantungkan di pundak. Makanya, bagian perut penggunanya pasti terlihat. Untuk teknik melilitnya, ada beberapa macam.

Kain ini ada pelengkapnya. Yang pertama, sebelum kita melilitkan sari, kita mesti menggunakan rok yang disebut dengan parkar atau disebut juga dengan lehenga, pavadai, dsb, yang memiliki nama berbeda di masing-masing daerah. Rok inilah yang berfungsi untuk tempat melekatkan sari. Seperti kita sebelum menggunakan kain lilit saja, ujungnya kita selipkan ke dalam rok.

Kemudian, kita juga mengenakan atasan yang disebut dengan ravike atau choli. Atasan ini biasanya hanya menutupi bagian dada dan backless. Pada blouse ini pula, biasanya ujung saree yang diselempangkan di jepit, supaya tidak mudah jatuh. Ada juga, yang ujungnya langsung dikenakan sebagai kerudung.

Selain di India, saree juga dikenakan di Nepal, Bangladesh, Sri Lanka dan Pakistan. Biasanya, seorang gadis akan mulai menggunakan saree ketika usianya memasuki 16 tahun. Pada dasarnya, sari bisa digunakan sehari-hari, tapi ada juga yang dikenakan secara khusus, misalnya pada upacara pernikahan, kematian, dll.

Nah, ada hal yang perlu Anda ingat, nih. Menurut beberapa tulisan, sari sebaiknya tidak digunakan oleh seseorang yang bukan berasal dari negara pengguna sari. Salah satu ulasan yang menginformasikan hal ini adalah seorang jurnalis yang pernah mengunjungi India. Ia mengatakan, bahwa ada seorang turis dari negara barat yang mengenakan shari ketika mendatangi Taj Mahal. Dikatakan, warga-warga lokal tampak ‘menontonnya’ dengan tatapan  tidak senang.

Keindahan kain ini memang mengundang banyak orang untuk mengenakannya, tapi, ya, ternyata, tak bisa sembarang digunakan, ya.


 Image: allposters

Sabtu, 08 Oktober 2016

Jalan-jalan ke Dunia Hobbit di New Zealand


Siapa yang suka menonton film The Lord of The Ring atau The Hobbit, angkat tangan! Pernahkah Anda merasa ingin melihat dan merasakan langsung bagaimana suasana kehidupan Hobbit di alamnya? Tempat tinggal Hobbit ternyata bisa dikunjungi, loh. Kalau Anda berminat, Anda bisa mengikuti tur ke Dunia Hobbit. Berikut beberapa lokasi menakjubkan yang bisa Anda kunjungi.

Hobbiton
The rolling hills of The Shire ‘dihidupkan’ untuk keperluan set film The Lord of The Ring dan The Hobbit. Hobbiton berlokasi Buckland Road Matamata. Di lokasi ini, Anda bisa melihat langsung bentuk dan suasana rumah Hobbit yang cantik. Khas dengan pintu bulatnya, rumah di dalam tanah dan bukit yang menghijau. Tapi sepertinya, Anda cuma bisa mengintip seperti apa bagian dalamnya melalui jendela dan pintu saja.

Di sini juga ada The Green Dragon Inn, tempat sejenis bar atau restoran, di mana warga The Shire berkumpul. Serunya lagi, Anda tidak hanya boleh memasuki restoran ini, tapi juga bisa memesan makanan sambil menikmati suasana restoran yang unik. Bayangkan Anda sedang duduk dengan Gandalf, mungkin?

Piopio
Di kawasan ini ada tebing batu kapur yang menjulang di antara hutan prasejarah. Jika Anda ingat, kawasan ini digunakan sebagai Trollshaws Forest dan Staddles Farm.

Turoa
Turoa berlokasi di Mountain Ruapehu dan termasuk dalam kawasan Taman Nasional Tongariro. Lereng batu dan kawasan dengan bongkahan tanah ini digunakan sebagai latar belakang Hidden Bay, pintu masuk ke Lonely Mountain. Gunung ini disebut-sebut sebagai salah satu lokasi bersepeda dan mendaki terindah di dunia. Pas, kan, menjadi referensi berlibur buat Anda yang senang dengan berwisata di alam bebas?

Wanaka
Penasaran pengin menjajal bermain ski? Yuk, datang ke Wanaka, di sini ada Treble Cone, area ski kelas dunia. Area ini memiliki jalur ski vertical yang amat panjang.

Itulah beberapa lokasi Hobbit yang bisa Anda kunjungi. Jika Anda mengikuti tur, rangkaian lokasinya akan lebih banyak dan lengkap. Buat Anda pencinta keindahan alam bebas dan film TLOTR atau The Hobbit, New Zealand dijamin menjadi tujuan wisata impian Anda, deh.


Image: hellogiggles