Tampilkan postingan dengan label Wisata maluku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Wisata maluku. Tampilkan semua postingan

Rabu, 24 Februari 2016

Pesona Pulau Buano Maluku


Anda sudah pernah mendengar tentang Pulau Buano? Pulau Buano ini, masih dalam gugusan Pulau Kelang dan Pulau Manipa, makanya, kepulauan ini disebut dengan Makebu, yang merupakan singkatan dari ketiganya. Pulau Buano berada di Kecamatan Huamual Belakang, Kabupaten Seram, Maluku. Ya, sama seperti Bali, Maluku juga menyimpan begitu banyak pantai yang cantik.

Untuk pulaunya sendiri, mungkinn hanya berwujud karang raksasa yang ditumbuhi oleh pepohonan. Namun, yang membuatnya menjadi indah adalah justru ketika melewati kawasan ini, mirip dengan suasana di Raja Ampat sana katanya. Selain itu, Pulau Buano juga memiliki pantai yang indah. Pasirnya putih bersih. Meskipun tak luas, namun pantainya cukup landai, jadi area untuk melihat pasir bersih tadi, jadi sedikit lebih lebar. Di sekitar pantai di sini juga masih banyak terumbu karangnya.

Tak jauh dari pulau ini, Anda masih bisa menemukan perkampungan adat milik Puana, atau penduduk asli Buano Utara . Berbagai peninggalan leluhur masih dilestarikan di desa ini, mula dari kebiasaan sehari-hari, upacara hingga bentuk tempat tinggal masyarakat setempat.

Berkunjung ke Pulau Buano rasanya tak cukup hanya sebentar, karena di kawasan ini juga masih ada beberapa pulau lainnya yang bisa Anda kunjungi. Misalnya, Pantai Anauni. Di pantai tak berpenghuni ini, pemandangannya juga indah. Terdapat pegunungan di belakang pantai. Pesona bibir pantai semakin berwarna dengan adanya perahu-perahu kecil yang berjajar rapi.

Ada juga Pulau Kelapa dan Pulau Osi. Dinamakan Pulau Kelapaa, mungkin karena banyaknya pohon kelapa di pulau ini. Ada yang menarik, nih, di sini, kedua pulau ini dihubungkan dengan jembatan yang katanya panjangnya mencapai 100 meter. Terbayang, tidak, menyaksikan pemandangan yang cantik di sini sambil menyusri jembatan tersebut? Sambil berfoto ria, wah, pasti keren, ya, hasilnya.

Image: pulaukelangsole

Kamis, 11 Februari 2016

Berwisata ke Pulau Moa yang mengagumkan


Seperti pembicaraan kita pada ulasan yang lalu, wilayah timur Indonesia, nampaknya memang sedang tenar. Keindahan alamnya sedang banyak dicari oleh wisatawan. Selain Wakatobi, Pulau Komodo dan pastinya kawasan Raja Ampat, ada satu lagi yang menjadi incaran, yaitu Pulau Moa, yang mungkin namanya masih asing di telinga Anda. Pulau Moa mulai ramai diperbincangkan setelah diulas di sebuah stasiun tv.

Pulau Moa, secara administratif terletak di Kabupaten Maluku Barat Daya. Lokasinya sejajar dengan kepulauan Nusa Tenggara, bersebelahan dengan Timor Leste di bagian utara dan Australia di selatan. Kawasan Pulau Moa, rata-rata berupa padang rumput. Salah satu objek wisata yang bisa Anda jumpai di sini adalah Gunung Kerbau. Dinamakan demikian, karena memang di sini terdapat banyak kerbau, yang katanya, sih, memang sengaja dilepaskan di padang rumput. Di sini juga ada kawanan kuda. Pas untuk Anda yang ingin merasakan betualang a la hutan di Afrika sana.

Keindahan lainnya adalah pantai-pantainya. Di sini ada beberapa pantai yang bisa dikatakan belum terjamah alias pantai perawan. Pantainya landai dan berpasir putih bersih. Tidak hanya indah, sebagian pantai di sini, terutama yang menghadap ke Laut Banda, memiliki ombak yang cukup besar dan bisa dijadikan sebagai lokasi bermain selancar. Sementara, di pantai sisi lainnya, berombak tenang yang pas sekali dijadikan tempat untuk menyelam, menikmati cantiknya terumbu karang.

Objek wisata lainnya adalah desa adat. Di desa ini, masih banyak, loh, rumah tradisional yang dipertahankan. Bahan baku pembuatan rumah-rumah ini masih tradisional dan alami, yaitu menggunakan daun kelapa kering dan tidak ada yang menggunakan semen. Masyarakat setempat juga masih sangat menjaga kebudayaan lainnya, yaitu berupa tarian. Tarian ini, selain untuk upacara adat, biasanya juga dilakukan untuk penyambutan pengunjung.

Masyarakat sekitar sini sangat terbuka terhadap kedatangan wisatawan. Para nelayan misalnya, mereka akan dengan senang hati mengantar Anda berkeliling mendatangi pulau-pulau kecil di sekitarnya. Atau, ajaklah anak-anak untu menemani Anda bermain di pantai.


Image: chandrawinata

Jumat, 05 Februari 2016

Bertualang A ala Afrika di Gunung Kerbau




Anda sudah pernah mendengar tentang Gunung Kerbau? Namanya mungkin masih sangat asing, ya, di telinga kita. Kabarnya, nama gunung ini mulai mencuat setelah sebuah program tv meliputnya, yang kabarnya lagi, merekalah yang pertama kali menyebarkan keindahan gunung ini ke media massa.

Gunung Kerbau, berada di Pulau Moa, Kabupaten Maluku Barat Daya. Pulau Moa, berbatasan dengan Timor Leste dan Australia. Kawasan timur Indonesia, sepertinya memang sedang naik daun untuk urusan wisata alam, ya. Untuk sampai di sini, Ada bisa memulai perjalanan dari Desa Tounwawan, Kecamatan Moa.

Kira-kira, kenapa, ya, namanya disebut dengan Gunung Kerbau? Pertama, di sinilah tempatnya jika Anda ingin melihat kawanan kerbau di alam bebas, dalam jumlah yang luar biasa. Ke dua, mendaki gunung ini terasa sedang menunggang kerbau karena permukaannya tidak rata, itulah pendapat pendaki Gunung Kerbau.

Rerumputan yang tumbuh di gunung ini cukup pendek, jadi lengkungan-lengkungan gunungnya sangat kentara, ditambah lagi, gunung tertinggi di Pulau Moa ini dikelilingi oleh padang rumput yang sangat luas dan landai. Jika Anda datang di musim kemarau, pemandangan di sini berwarna kecokelatan karena kering. Rumput-rumput inilah yang menjadi makanan kerbau.

Makanan kerbau yang alami di sini, menjadikan susu yang dihasilkan begitu baik. Masyarakat setempat biasa meneguknya langsung tanpa diolah.

Tidak cuma kawanan kerbau, Anda juga menemui kawanan kuda di sini, tidak heranlah, jika wisata di sini disandingkan dengan bertualang ke Afrika sana. Suasana a la Afrika semakin terasa dengan adanya bendungan di tengah gunung. Bendungan ini selain menjadi sumber air bagi masyarakat setempat, bisa juga jadi tempat berendam untuk menyegarkan diri. Tapi, kalau Anda tidak bisa berenang, jangan coba-coba, ya, bermain air ke tengah bendungan, karena airnya dalam. Bendungan ini pula, tujuan akhir dari kegiatan trekking di Gunung Kerbau.


Jika penasaran untuk mengeksplor lebih jauh gunung ini atau objek wisata lainnya di Pulau Moa, Anda bisa meminta bantuan warga sekitar. Terutama anak-anaknya, mereka akan dengan senang hati menemani Anda berwisata.

Image: beritamalukuonline