Tampilkan postingan dengan label Taman nasional. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Taman nasional. Tampilkan semua postingan

Senin, 11 April 2016

Mengeksplor Pesona Teluk Cendrawasih


Anda kepengin berwisata ke Papua tapi tak punya cukup uang untuk menikmati pesona Raja Ampat? Papua menyimpan banyak tempat memukau lainnya, salah satunya adalah Teluk Cendrawasih.

Teluk Cendrawasih ini adalah taman nasional, yang merupakan perwakilan ekosistem terumbu karang, pantai, hutan mangrove, hutan tropika yang ada di Papua. Taman nasional laut terluas di Indonesia ini terdiri dari pesisir pantai (0,9%), daratan pulau (3,8%), terumbu karang (5,5%) dan sisanya adalah lautan (89,8%). Terbayang, tidak kira-kira seperti apa keindahannya?

Taman Nasional Teluk Cendrawasih terkenal dengan jenis ikannya yang begitu banyak, yaitu terdapat sekitar 209 jenis ikan. Lainnya, adalah beberapa jenis keong, kerang dan kima. Teluk Cendrawasih juga menjadi rumah bagi sekitar 15 jenis terumbu karang. Hewan lainnya yang menghuni kawasan ini seperti 4 jenis penyu (penyu sisik, hijau, lekang dan belimbing), ikan duyung, paus biru, ketam kelapa, lumba-lumba dan ikan hiu.

Teluk Cendrawasih memang tempat yang pas untuk Anda yang mencari spot diving dan snorkeling terbaik. Lalu, di mana saja lokasi tersebut?
  • Pulau Roon, di pulau ini, Anda bisa menyalurkan hobi diving dan snorkeling. Anda juga bisa mengamati burung, berwisata budaya, melihat air terjun dan gereja yang sangat tua.Pulau Rumberpon. Di sini, Anda juga bisa mengamati burung dan mengunjungi penangkaran rusa. Spot terbaik untuk snorkeling di sini berupa bangkai pesawat perang milik Jepang.
  • Pulau Nusrowi. Ada beberapa jenis satwa yang bisa dilihat di pulau ini.
  • Pulau Yoop. Ini, nih, lokasi untuk menyaksikan paus dan lumba-lumba.
  • Pulau Mioswaar. Selain mengamati beragam jenis satwa, Anda juga bisa wisata budaya. Di Pulau Mioswaar ini juga ada air terjun da setelah puas jalan-jalan, Anda bisa mengunjungi sumber air panas.

Di tiap pulau di atas, memiliki spot untuk menyelam dan snorkeling. Waktu terbaik untuk mengunjungi Taman Nasional Teluk Cendrawasih adalah di bulan Mei hingga Oktober.

Untuk menuju ke kawasan ini, dari luar daerah, Anda mesti menuju ke Manokwari lebih dulu. Dari Manokwari, menuju Teluk Cendrawasih (Pulau Rumberpon), dengan kapal panjang, perjalanan membutuhkan waktu 5,5 jam.

Lama memang untuk sampai ke Teluk Cendrawasih. Apalagi jika Anda dari kota yang jauh. Biaya perjalanan juga tak sedikit, namun semuanya akan terbayar setelah Anda melihat pesona Teluk Cendrawasih.


Image: telukcendrawasih-nationalpark

Senin, 09 November 2015

Berwisata di Padang Rumput Taman Nasional Baluran


Taman Nasional Baluran, berlokasi di kawasan Banyuputih, Situbondo, setelah utara Kabupaten Banyuwangi. Taman nasional ini adalah bagian dari perwakilan ekosistem hutan di Pulau Jawa, seperti savanna, hutan mangrove, hutan pantai, hutan musim dan hutan rawa.

Nama taman nasional ini, diambil dari nama gunung yang ada di sekitarnya, yaitu gunung Baluran. Gunung ini sudah tak lagi aktif, sehingga aman. Mengapit di sebelahnya, ada gunung Ijen dan Semeru. Di taman ini, terdapat sekitar 444 jenis tumbuhan, yang di antaranya adalah tumbuhan endemik. Contoh, tanaman widoro bukol atau mamba.

Sedangkan untuk hewan, taman nasional ini menjadi rumah bagi 155 jenis burung , sebagiannya adalah golongan yang langka, seperti bangau tong-tong, kangkareng dan ayam hutan merah. Hidup pula di sini 26 jenis satwa lainnya, seperti kucing bakau, kancil, macan tutul, kerbau liar, kijang dan rusa. Terdapat pula banteng, yang sekaligus menjadi ikon taman nasional ini.

Dengan kondisi lahan kering yang membentang, dan banyaknya hewan yang hidup di sini, maka tak jarang, Taman Nasional Baluran, disebut-sebut mirip dengan Afrika. Maka untuk Anda yang senang bertualang dan sangat ingin melihat ‘liar’nya Afrika, mungkin Anda bisa berwisata ke sini.

Di taman yang begitu luas ini, terdapat beberapa pos pengamatan, misalnya pos pengamatan Bekol Savannah. Pos in menjadi tempat mengamati ayam hutan, banteng, rusa, kerbau liar dan burung merak. Sedangkan jika Anda ingin kegiatan di air, Anda bisa mengunjungi pantai Bama, yang memang bisa dimanfaatkan untuk kegiatan memancing atau snorkeling. Di pantai ini pun banyak ditinggali hewan, misalnya kera atau rusa. Keindahan taman nasional ini juga menjadi incaran para fotografer, disarankan, jika anda ingin mengambil foto di kawasan ini, datanglah di awal hari.

‘Replika’ Afrika ini juga memiliki spot untuk Anda berkemah. Toilet dan sumber air sudah disediakan dengan baik di sini.


Jika Anda datang dari luar Jawa Timur, maka lokasi tujuan pertama Anda untuk ke sini adalah Kota Surabaya. Jalan menuju lokasi ini sudah baik. Sebagai tips, jika ingin ke sini, jangan menggunakan mobil kecil. Ada pun waktu yang baik untuk mengunjungi kawasan ini, yaitu di antara bulan Maret hingga Agustus. Bawalah perbekalan Anda, karena belum ada fasilitas untuk rumah makan di sini. Juga jangan lupa membawa kantong sampah, supaya Anda tidak mengotori kawasan ini, ya.

Image: travel.kompas

Sabtu, 10 Oktober 2015

Menengok Kekayaan Alam di Taman Nasional Wakatobi


Taman Nasional Wakatobi adalah salah satu taman nasional terluas di Indonesia. Terumbu karang dan ikan, menjadi fokus pengelolaan taman nasional ini. Tentu saja karena fungsinya yang terkait satu sama lain. Terumbu karang menjadi tempat tinggal bagi ikan-ikan, dan ikan-ikan ini nantinya akan menjadi hasil laut untuk masyarakat sekitar. Adanya pengelolaan taman nasional ini juga diperuntukkan untuk menjaga biota laut di sini, agar tidak ‘dihabiskan’ dan dirusak oleh para penikmatnya.

Perairan Wakatobi berada pada wilayah segitiga karang atau Coral Triangle, yang wilayahnya meliputi Indonesia, Filipina hingga ke Kepulauan Solomon.

Jika berkunjung ke sini, Anda bisa melihat beberapa sumber daya terpenting bagi taman nasional ini, di antaranya adalah berbagai jenis terumbu karang, padang lamun (hamparan rumput laut) dan mangrove. Beberapa bagian pulau di daerah ini menjadi habitat bagi burung pantai, lokasi bertelur penyu dan lokasi pemijahan ikan-ikan.

Snorkeling dan diving adalah kegiatan wisata terbesar di kawasan ini. Keindahan pemandangan bawah laut Wakatobi bahkan sudah mendunia. Beberapa objek wisata di sini adalah Pantai Molii Sahatu, Pantai Sousu, Pantai Waha, Pantai Hoga, Pantai Sombano, Pantai Peropa, Pantai Huntete, Pantai Soha, Pantai Onemobaa, Pantai Palahidu, dan masih banyak lagi.

Untuk menuju ke sini, ada beberapa cara. Jika Anda dari Kendari, ada penerbangan ke Wakatobi ini. Selebihnya, adalah jalur laut. Soal menginap, sudah banyak penginapan di daerah ini, mulai dari rumah penduduk, hotel hingga resort. Tarifnya beragam, ada yang murah, hingga jutaan per malamnya. Umumnya, para wisatawan menginap di Pulau Wangi-wangi, atau yang dikenal dengan nama Wanci, yang menjadi ‘gapura’ untuk memasuki taman nasional ini.


Patutlah kita berbangga hati karena memiliki kekayaan alam yang berlimpah seperti ini.

Image: liburanwkatobi